Porsche Pangkas 30 Persen Jaringan Dealer di China!

- Penurunan drastis angka penjualan Porsche di China selama tiga tahun terakhir
- Fokus pada investasi pusat riset dan pengembangan di Shanghai
- Strategi kualitas di atas kuantitas untuk masa depan bisnis Porsche di China
Porsche secara resmi mengumumkan langkah drastis untuk menutup sekitar 30 persen jaringan dealer resminya di China guna menekan biaya operasional. Keputusan besar ini diambil di tengah merosotnya angka penjualan produsen mobil mewah asal Jerman tersebut yang terus terpuruk di pasar otomotif terbesar dunia.
CEO Porsche China, Pan Liqi, seperti dikutip dari carnewschina menegaskan bahwa langkah efisiensi ini merupakan bagian dari kalibrasi ulang strategi perusahaan untuk jangka panjang. Alih-alih mengejar kuantitas penjualan, Porsche kini memilih untuk merampingkan jaringan distribusinya demi mengalihkan pendanaan ke sektor penelitian dan pengembangan teknologi masa depan.
1. Penurunan drastis angka penjualan selama tiga tahun terakhir

Kondisi Porsche di pasar "Negeri Tirai Bambu" terus memburuk sejak tahun 2022. Pada tahun 2025, Porsche hanya mampu mengirimkan 41.938 unit mobil, angka yang menunjukkan penurunan tajam sebesar 26 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jika ditarik lebih jauh ke tahun 2022, di mana penjualan mencapai 95.671 unit, maka dalam waktu singkat penjualan Porsche telah anjlok hingga 56,2 persen.
Penurunan minat konsumen ini sempat memicu skandal pada akhir tahun 2025, di mana beberapa pusat layanan Porsche terpaksa menghentikan operasional karena kesulitan keuangan. Hal ini berdampak pada nasib uang muka pelanggan yang tidak jelas serta dokumen kendaraan yang tertahan. Dengan menutup puluhan dealer, Porsche berharap dapat menghentikan kerugian finansial yang semakin membengkak dan menstabilkan arus kas perusahaan di wilayah tersebut.
2. Fokus pada investasi pusat riset dan pengembangan di Shanghai

Dana hasil penghematan dari penutupan sekitar 30 persen dealer tersebut rencananya akan dialokasikan untuk memperkuat pusat riset dan pengembangan (R&D) terintegrasi pertama Porsche di luar negeri yang berlokasi di Shanghai. Pusat riset yang baru dibuka pada November tahun lalu ini menjadi tumpuan harapan Porsche untuk menciptakan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar lokal yang sangat kompetitif.
Pan Liqi menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya Porsche untuk beradaptasi dengan tren kecerdasan buatan dan solusi mengemudi pintar yang sedang berkembang pesat di China. Saat ini, perusahaan sedang melakukan investigasi terhadap beberapa pemasok komponen teknologi cerdas asal China guna meningkatkan fitur pada model-model masa depan mereka tanpa harus mendirikan pabrik produksi lokal.
3. Strategi kualitas di atas kuantitas untuk masa depan

Menghadapi tahun 2026, Porsche menetapkan target ambisius untuk menyisakan hanya 80 dealer dari total 150 dealer yang ada pada akhir tahun 2024. Strategi jangka pendek ini akan lebih memprioritaskan kualitas layanan dan eksklusivitas dibandingkan sekadar mengejar volume penjualan yang besar. Porsche menyadari bahwa pemulihan tidak akan terjadi secara instan dan memprediksi kemungkinan adanya penurunan penjualan lebih lanjut sebelum model baru diluncurkan.
Sebagai bagian dari penyegaran produk, Porsche berencana meluncurkan dua model baru dengan varian mesin pembakaran internal (ICE) dan plug-in hybrid (PHEV) di segmen crossover pada akhir tahun ini. Melalui perampingan jaringan dan peluncuran model eksklusif, Porsche berharap dapat merebut kembali hati para penggemarnya di China sambil memastikan bisnis mereka tetap berkelanjutan di era elektrifikasi yang kian menantang.


















