Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Julian Johan Ramaikan Rally Dakar 2026 dengan Toyota Land Cruiser 100

d98b77c7-e66d-4f6b-b283-54ee67674109.jpeg
Julian Johan buka Dakar 2026 dengan baik (Compagnie Saharienne)

Jakarta, IDN Times - Kiprah pereli Indonesia Julian Johan atau yang akrab disapa Jeje di Rally Dakar 2026 dimulai dengan hasil yang menjanjikan. Pada Special Stage (SS) pertama yang digelar di Yanbu, Arab Saudi, Minggu (4/1/2026), Julian bersama co-driver asal Prancis, Mathieu Monplaisi, mampu menuntaskan etape pembuka dengan performa solid di Grup Dakar Classic.

Menempuh jarak 219 kilometer, Julian berhasil menempati posisi keenam di kelas H.2 dan berada di peringkat ke-11 overall.

Capaian tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi rangkaian etape panjang dan berat yang menjadi ciri khas ajang rally marathon paling ekstrem di dunia ini.

1. SS pertama jadi ujian sesungguhnya Rally Dakar

ff2358c9-b8bd-4c95-9dd5-4e25401e8b09.jpeg
Jeje menempati posisi keenam di kelas H.2 (Compagnie Saharienne)

Berbeda dengan sesi prologue yang relatif singkat, SS pertama langsung menyuguhkan karakter Dakar yang sesungguhnya. Lintasan panjang dengan medan bervariasi menuntut ketahanan fisik, fokus tinggi, serta ketepatan strategi.

Julian menyebut etape ini sebagai menu utama Dakar, di mana tantangan jarak dan kondisi alam benar-benar terasa dan memaksa pereli menjaga konsistensi sejak awal.

"Buat pertama kali ada di sini sebenarnya secara persaingannya kalau melihat dari SS satu sangat memungkinkan, tapi balik lagi, saya enggak mau gegabah," ujar dia dalam keterangan resminya, Senin (5/1/2026).

2. Strategi menjaga mobil jadi kunci

736e4021-8728-4b9a-b19b-5884dee4b5ed.jpeg
Jeje andalkan Toyota Land Cruiser 100 (Compagnie Saharienne)

Mengandalkan Toyota Land Cruiser 100 di kelas Dakar Classic, Julian memilih pendekatan realistis dengan tidak memaksakan kecepatan. Fokus utama diarahkan pada menjaga kondisi kendaraan agar tetap prima hingga garis finis.

Meski sempat mengalami insiden ban robek sebelum start akibat adaptasi dengan posisi setir kiri, proses penggantian berjalan cepat dan mobil dapat menyelesaikan SS pertama tanpa kendala teknis berarti.

3. Fokus konsistensi hadapi etape lebih panjang

0ba2ff51-5606-4102-9c06-bc8cb0f15e8d.jpeg
Co-driver Mathieu Monplaisi (Compagnie Saharienne)

Hasil positif di etape pembuka tidak membuat Julian terlena. Tantangan selanjutnya justru lebih berat, karena SS kedua akan menempuh jarak sekitar 316 kilometer dari Yanbu menuju Alula.

Dengan masih tersisa 12 hari balapan hingga etape terakhir pada 17 Januari 2026, Julian menegaskan bahwa target utamanya adalah menyelesaikan seluruh Special Stage dengan aman, sementara hasil kompetitif akan mengikuti seiring konsistensi sepanjang lomba.

Share
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Gejala Mobil Wajib Servis Besar yang Sering Diabaikan

06 Jan 2026, 09:52 WIBAutomotive