Kebersihan interior kendaraan merupakan aspek yang sangat krusial dalam menunjang kenyamanan serta kesehatan selama menempuh perjalanan harian. Saat melakukan perawatan di tempat pencucian mobil, bagian lantai dan karpet kain (fabric) hampir selalu menjadi sasaran utama untuk disikat menggunakan sabun dan dibilas dengan air bersih. Langkah ini dinilai sangat efektif untuk melenyapkan noda tanah, debu jalanan, serta sisa alas kaki yang menempel setelah beraktivitas di luar ruangan.
Namun, proses pengeringan yang terburu-buru sering kali mengabaikan kondisi riil dari serat kain pelapis lantai tersebut. Karpet yang tampak kering di permukaan luar sering kali langsung dipasang kembali ke dalam lantai kabin meskipun bagian dalamnya masih menyimpan sisa kelembapan. Kebiasaan yang terlihat sepele dan lumrah ini ternyata menyimpan bahaya terselubung yang dapat mengubah ruang kemudi menjadi sarang penyakit berbahaya yang mengancam kesehatan seluruh penumpang.
