Cara Menguras Angin dari Ban Mobil, Biar Bisa Diisi 100 Persen Nitrogen

- Pengurasan total wajib dilakukan sebelum pengisian nitrogen agar kadar kemurnian mencapai minimal 95 persen dan manfaat kestabilan tekanan ban bisa dirasakan maksimal.
- Proses vakum menggunakan mesin khusus berfungsi menyedot sisa udara dan uap air di dalam ban hingga tercipta kondisi hampa udara sebelum nitrogen murni dialirkan.
- Metode pembilasan ulang dengan sedikit nitrogen membantu menghilangkan partikel udara tersisa, menjaga velg dari korosi, serta memastikan tekanan ban tetap stabil lebih lama.
Proses pengisian gas nitrogen pada ban kendaraan sering kali dianggap sebagai prosedur yang sangat sederhana dan cepat. Banyak pemilik kendaraan membayangkan bahwa nitrogen bisa langsung disemprotkan ke dalam ban yang masih menyimpan udara biasa.
Padahal, mencampur nitrogen dengan sisa udara biasa akan merusak efektivitas dan manfaat utama dari gas nitrogen itu sendiri. Diperlukan prosedur pengurasan yang tepat agar kandungan nitrogen di dalam ban mencapai kadar kemurnian yang optimal.
1. Pentingnya proses pengurasan total demi kemurnian gas

Pengisian nitrogen pada ban yang sebelumnya berisi udara biasa tidak boleh dilakukan hanya dengan menimpa atau menambah tekanan secara langsung. Udara biasa mengandung kadar oksigen dan uap air yang cukup tinggi, sehingga jika langsung ditimpa nitrogen, sifat kestabilan tekanan akan hilang. Campuran gas tersebut membuat ban tetap berisiko memuai saat panas dan mengalami fluktuasi tekanan seperti saat memakai udara biasa.
Untuk mendapatkan manfaat maksimal, kadar kemurnian nitrogen di dalam ruang ban wajib mencapai angka minimal sembilan puluh lima persen. Kualitas tinggi ini hanya dapat diperoleh apabila sisa udara biasa di dalam ban dibuang terlebih dahulu hingga benar-benar habis. Tanpa proses pengurasan yang sempurna, biaya yang dikeluarkan untuk mengisi nitrogen akan menjadi sia-sia karena performa ban tidak akan berubah.
2. Tahapan metode penyedotan vakum sebelum pengisian nitrogen

Prosedur pengurasan yang benar dilakukan dengan memanfaatkan mesin generator nitrogen yang dilengkapi fungsi vakum. Petugas layanan servis akan membuka pentil ban untuk membuang seluruh tekanan udara biasa hingga kempes total. Setelah tekanan habis, selang khusus dari mesin vakum disambungkan ke pentil ban untuk menyedot sisa-sisa molekul udara dan uap air yang masih terperangkap di dalam dinding ban.
Proses penyedotan ini menciptakan kondisi hampa udara sementara di dalam ruang dalam ban. Penyedotan vakum yang dilakukan secara cermat memastikan bahwa tidak ada lagi unsur kelembapan yang tertinggal di area velg maupun karet ban. Setelah kondisi hampa udara tercapai, mesin baru akan mengalirkan gas nitrogen murni ke dalam ban hingga mencapai nilai tekanan yang disarankan.
3. Proses pengulangan atau pembilasan untuk hasil maksimal

Pada beberapa kasus, metode pengurasan juga melibatkan prosedur pembilasan ulang demi menjamin kemurnian gas. Langkah ini dilakukan dengan mengisikan sedikit gas nitrogen ke dalam ban setelah proses vakum pertama selesai, lalu membuangnya kembali hingga kempes. Pembilasan singkat ini berfungsi untuk menangkap serta membuang sisa-sisa partikel udara biasa yang mungkin masih menempel pada celah karet ban.
Setelah tahap pembilasan tersebut selesai, barulah ban diisi kembali dengan nitrogen murni sampai sesuai dengan standar tekanan pabrikan. Penggunaan teknik pengurasan dan pembilasan yang benar ini menjamin bahwa ban terlindungi dari risiko korosi internal velg. Selain itu, kestabilan tekanan ban akan terjaga dengan sangat baik dalam jangka waktu yang jauh lebih lama.

















