Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Air Radiator Terlihat Berminyak? Waspadai Oil Cooler
ilustrasi air radiator yang berkurang (vecteezy.com/Apicha Thumvisead)
  • Lapisan minyak pada air radiator sering disebabkan oleh kebocoran di komponen oil cooler, bukan langsung karena kerusakan paking silinder mesin.
  • Retakan halus pada sekat aluminium oil cooler membuat oli bertekanan tinggi menyeberang ke sirkuit air pendingin dan mencemari sistem radiator.
  • Penanganan cepat dengan mengganti oil cooler dan melakukan flushing total sistem pendingin penting untuk mencegah overheat serta kerusakan mesin lebih parah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Air di radiator mobil bisa kelihatan berminyak karena ada alat namanya oil cooler yang rusak. Di dalamnya ada dinding kecil yang retak, jadi oli dan air bisa campur. Kalau dibiarkan, mesin bisa panas sekali dan selangnya bisa pecah. Sekarang mobil harus dibawa ke bengkel supaya diganti dan dibersihkan biar normal lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pemeriksaan komponen di bawah kap mesin secara berkala merupakan kebiasaan baik yang dapat mencegah terjadinya kerusakan kendaraan yang lebih parah. Salah satu keanehan yang sering kali ditemukan saat melakukan pengecekan rutin adalah munculnya lapisan minyak atau oli pada permukaan air di dalam tabung reservoir radiator.

Kondisi cairan pendingin yang berubah keruh dan licin ini sering kali memicu kekhawatiran akan terjadinya kerusakan besar pada paking silinder mesin. Padahal, sebelum berasumsi terlalu jauh, ada satu komponen penukar panas khusus yang paling sering menjadi dalang utama di balik bercampurnya oli ke dalam sistem pendingin, yaitu komponen oil cooler.

1. Mekanisme sekat pendingin yang retak pada komponen oil cooler

ilustrasi mengecek tutup radiator (freepik.com/pressfoto)

Komponen oil cooler atau pendingin oli memiliki fungsi yang sangat penting untuk menjaga suhu kerja pelumas mesin maupun transmisi otomatis agar tetap stabil. Di dalam komponen ini, terdapat saluran-saluran kecil yang memisahkan antara aliran oli yang panas dan aliran air radiator yang bertugas menyerap panas tersebut. Kedua jenis cairan ini mengalir secara berdampingan di dalam sirkuit yang hanya dipisahkan oleh dinding sekat aluminium yang tipis.

Seiring dengan durasi pemakaian kendaraan yang tinggi serta faktor korosi, dinding sekat pemisah di dalam oil cooler tersebut lambat laun dapat mengalami keretakan halus. Keretakan pada dinding aluminium ini menciptakan jalur pintas yang menghubungkan sirkuit oli langsung dengan sirkuit air pendingin. Akibat dari munculnya celah kebocoran ini, kedua cairan yang seharusnya terisolasi satu sama lain kini mulai bercampur dan mengalir bersama ke dalam sistem.

2. Perbedaan tekanan hidrolik yang memaksa oli menyeberang ke sirkuit air

ilustrasi tutup radiator (freepik.com/jcomp)

Fenomena masuknya oli ke dalam tabung reservoir radiator sangat dipengaruhi oleh hukum perbedaan tekanan hidrolik antara kedua sistem tersebut saat mesin beroperasi. Di dalam mesin mobil, sistem pelumasan bekerja dengan tekanan pompa oli yang sangat tinggi demi menyalurkan oli ke sela-sela komponen terkecil. Tekanan cairan oli ini umumnya berada jauh di atas tingkat tekanan yang dimiliki oleh sistem sirkulasi air pendingin radiator.

Perbedaan tekanan yang mencolok ini memaksa cairan oli yang bertekanan lebih tinggi untuk menyeberang melewati celah retakan oil cooler dan masuk ke dalam sirkuit air. Oli yang berhasil menyeberang tersebut kemudian akan terbawa oleh aliran air radiator dan akhirnya terakumulasi di dalam tabung reservoir pendingin karena sifat massa jenis oli yang lebih ringan daripada air. Jika kondisi ini terus dibiarkan, volume oli di dalam mesin akan terus berkurang drastis sementara sistem pendingin akan dipenuhi oleh endapan lumpur minyak yang pekat.

3. Langkah penanganan dini guna mencegah kerusakan fatal pada mesin mobil

ilustrasi mobil overheat akibat air radiator mendidih (vecteezy.com/Srinrat Wuttichaikitcharoen)

Mengabaikan kondisi air reservoir radiator yang sudah berminyak sangat berbahaya bagi kesehatan mekanis dan sistem pendinginan kendaraan secara keseluruhan. Lapisan minyak yang menempel pada dinding bagian dalam radiator dan selang karet akan menurunkan kemampuan pelepasan panas secara drastis, sehingga memicu risiko mesin mengalami overheat. Selain itu, selang-selang karet radiator yang terus-menerus terpapar oleh cairan oli lambat laun akan melunak, menggelembung, dan rentan pecah secara mendadak.

Langkah perbaikan yang paling tepat adalah dengan segera membawa kendaraan ke bengkel spesialis untuk melakukan penggantian unit oil cooler yang baru. Setelah komponen yang rusak diganti, mekanik wajib melakukan prosedur pengurasan atau flushing sistem pendingin secara total menggunakan cairan pembersih khusus guna merontokkan seluruh sisa minyak. Melalui penanganan yang cepat dan pengisian kembali air radiator yang bersih, efisiensi pendinginan mesin akan kembali optimal dan risiko kerusakan fatal dapat dihindari sepenuhnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Topics

Editorial Team

Related Article