Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Ban Mobil Listrik Rentan Sobek di Bagian Dinding?
ilustrasi ban sobek (image by AI generated)
  • Bobot baterai membuat mobil listrik lebih berat, sehingga sidewall ban menerima beban dan benturan lebih besar, terutama saat melewati lubang atau tepi trotoar.
  • Torsi instan serta akselerasi, pengereman, dan manuver agresif meningkatkan tekanan pada struktur ban, meski tidak otomatis langsung menyebabkan sidewall sobek.
  • Benturan samping dan tekanan angin tidak sesuai dapat merusak sidewall; benjolan, sayatan, retakan, atau sobekan perlu diperhatikan karena berisiko memicu kegagalan ban.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ban mobil listrik bisa sobek di bagian samping. Mobil listrik lebih berat karena ada baterai besar. Ban juga mendapat tenaga besar saat mobil mulai jalan cepat. Kalau kena lubang atau trotoar, sisi ban bisa rusak. Sekarang pemilik mobil perlu cek angin dan sisi ban. Kalau ada benjolan atau sobek, ban bisa berbahaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ban mobil listrik memiliki tugas yang cukup berat. Selain menopang bobot kendaraan, ban juga harus menghadapi karakter tenaga motor listrik yang bisa langsung menghasilkan torsi besar sejak mobil mulai bergerak.

Salah satu kerusakan yang perlu diperhatikan adalah sobek pada bagian dinding ban atau sidewall. Kerusakan ini sering kali tidak berkaitan langsung dengan telapak ban yang aus, tetapi bisa muncul akibat benturan, tekanan ban, hingga karakter penggunaan mobil listrik.

1. Bobot mobil listrik cenderung lebih berat

ilustrasi charging mobil listrik (pexels.com/DaeYeoung Ahn)

Salah satu karakter mobil listrik adalah penggunaan baterai berukuran besar yang ditempatkan di bagian bawah kendaraan. Paket baterai tersebut dapat menambah bobot kendaraan secara signifikan dibandingkan mobil bermesin pembakaran dengan ukuran bodi yang sebanding.

Bobot tambahan membuat ban harus menanggung beban lebih besar setiap kali mobil bergerak, berbelok, mengerem, atau melewati permukaan jalan yang tidak rata. Dinding ban ikut bekerja untuk meredam benturan dan menjaga bentuk ban tetap stabil ketika menerima beban.

Ketika mobil menghantam lubang atau tepi trotoar, energi benturan dapat diteruskan ke sidewall. Jika benturannya cukup keras, bagian tersebut dapat mengalami kerusakan meski telapak ban masih terlihat bagus.

2. Torsi instan membuat ban menerima beban besar

Xiaomi SU7 Ultra (mi.com)

Motor listrik mampu menghasilkan torsi sejak putaran awal. Karakter tersebut membuat mobil listrik dapat berakselerasi dengan cepat tanpa harus menunggu putaran mesin meningkat seperti pada mobil konvensional.

Jika pedal akselerator diinjak secara agresif, ban harus menyalurkan tenaga besar ke permukaan jalan. Beban tersebut tidak hanya diterima oleh telapak ban, tetapi juga memengaruhi struktur keseluruhan ban ketika kendaraan melakukan akselerasi.

Karena itu, gaya berkendara juga berpengaruh terhadap usia ban. Akselerasi mendadak, pengereman keras, dan manuver cepat dapat meningkatkan beban yang diterima ban. Penggunaan yang agresif bukan berarti langsung membuat sidewall sobek, tetapi dapat memperbesar tekanan pada komponen ban.

3. Benturan samping jadi penyebab yang sering terlewat

ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Jimmy Nilsson Masth)

Sidewall merupakan bagian ban yang relatif rentan terhadap benturan karena posisinya berada di sisi luar dan tidak memiliki lapisan tapak setebal bagian telapak. Benturan dengan lubang, pembatas parkir, trotoar, atau benda tajam dari samping dapat menyebabkan kerusakan.

Tekanan angin yang tidak sesuai juga dapat membuat ban bekerja di luar kondisi ideal. Tekanan terlalu rendah membuat dinding ban mengalami pembengkokan lebih besar ketika menerima beban, sedangkan tekanan yang terlalu tinggi dapat mengurangi kemampuan ban meredam benturan.

Karena itu, pemilik mobil listrik sebaiknya rutin memeriksa tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan dan memperhatikan kondisi sidewall. Jika muncul benjolan, sayatan dalam, retakan, atau bagian yang terlihat robek, jangan langsung menganggap ban masih aman hanya karena telapaknya belum aus. Kerusakan pada struktur sidewall dapat meningkatkan risiko kegagalan ban saat kendaraan digunakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article