Arus modernisasi di industri otomotif secara perlahan mulai mengikis keberadaan mobil bertransmisi manual. Pabrikan otomotif global kini lebih gencar mempromosikan transmisi otomatis, mulai dari sistem Continuously Variable Transmission (CVT) yang halus hingga teknologi kopling ganda yang super cepat. Kendaraan matik dinilai sebagai jawaban paling logis untuk mengatasi kepenatan mobilitas di area perkotaan yang padat.
Namun, di tengah gempuran teknologi serba otomatis tersebut, kelompok pengemudi yang setia pada transmisi manual rupanya masih sangat besar. Pilihan untuk tetap menginjak pedal kopling dan menggeser tuas persneling secara mandiri bukan sekadar masalah nostalgia masa lalu. Terdapat alasan-alasan psikologis, teknis, dan ekonomis yang mendalam mengapa banyak pengemudi enggan beralih ke transmisi matik.
