ilustrasi isi oli (pexels.com/cihatatceken)
Jika level oli terlihat berada dekat batas bawah, jangan langsung menuangkan oli dalam jumlah besar. Tambahkan secara bertahap menggunakan oli dengan spesifikasi yang sesuai, kemudian lakukan pemeriksaan kembali. Cara ini membantu mengurangi risiko level oli justru melewati batas maksimum.
Pemilik mobil juga perlu memperhatikan jika level oli terus berkurang dalam waktu relatif singkat. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan kebocoran atau konsumsi oli yang tidak normal sehingga perlu diperiksa lebih lanjut. Jadi, dipstick bukan hanya berguna untuk mengetahui jumlah oli, tetapi juga dapat membantu pemilik kendaraan mengenali perubahan kondisi pelumasan dari waktu ke waktu.
Dua tanda pada dipstick oli dibuat untuk menunjukkan rentang level minimum dan maksimum, bukan dua pilihan level yang harus dipilih salah satunya. Oli idealnya berada dalam rentang yang ditunjukkan oleh kedua tanda tersebut ketika pemeriksaan dilakukan dengan prosedur yang benar. Dengan begitu, pemilik kendaraan memiliki patokan yang lebih jelas saat memeriksa atau menambahkan oli.
Memeriksa oli secara rutin juga membantu pemilik mobil mengetahui apakah level oli mengalami perubahan yang tidak biasa. Jika oli sering berkurang, terlihat sangat kotor, bercampur cairan lain, atau muncul gejala mesin yang tidak normal, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan. Yang tidak kalah penting, selalu gunakan jenis dan jumlah oli sesuai rekomendasi pabrikan kendaraan.