Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Harga Mobil Bisa Terjun Bebas?

ilustrasi menjual mobil bekas (freepik.com/prostooleh)
ilustrasi menjual mobil bekas (freepik.com/prostooleh)
Intinya sih...
  • Kondisi fisik dan riwayat perawatan buruk
  • Citra merek dan popularitas model di pasar sekunder
  • Jarak tempuh tinggi dan usia kendaraan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Penyusutan nilai atau depresiasi merupakan kenyataan pahit yang harus dihadapi setiap pemilik kendaraan roda empat. Begitu roda mobil meninggalkan lantai diler, nilainya secara otomatis berkurang, namun kecepatan penurunan tersebut sangat bergantung pada berbagai faktor eksternal dan internal yang sering kali terabaikan.

Memahami dinamika pasar otomotif sangat krusial untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang. Beberapa faktor spesifik mampu membuat harga jual kembali sebuah mobil merosot jauh di bawah rata-rata pasar, menciptakan kerugian finansial yang signifikan bagi pemiliknya jika tidak diantisipasi sejak dini.

1. Kondisi fisik dan riwayat perawatan yang buruk

ilustrasi mobil bekas (freepik.com/freepik
ilustrasi mobil bekas (freepik.com/freepik

Faktor paling nyata yang merusak harga jual mobil adalah kondisi fisik yang tidak terawat. Cat yang kusam, goresan pada bodi, hingga interior yang kotor atau berbau rokok akan langsung menurunkan kepercayaan calon pembeli. Secara psikologis, pembeli akan berasumsi bahwa jika tampilan luarnya saja tidak terjaga, maka komponen mesin pun kemungkinan besar mengalami pengabaian yang sama.

Lebih dari sekadar estetika, ketiadaan buku servis resmi menjadi pemicu utama depresiasi yang drastis. Mobil tanpa riwayat perawatan berkala di bengkel resmi dianggap sebagai produk berisiko tinggi. Ketidakpastian mengenai kapan terakhir kali oli diganti atau apakah komponen vital telah diperbarui membuat nilai tawar mobil meluncur turun, karena pembeli harus mengalokasikan dana ekstra untuk perbaikan menyeluruh yang tidak terduga.

2. Citra merek dan popularitas model di pasar sekunder

Ilustrasi mobil bekas (unsplash.com/@krijovnik)
Ilustrasi mobil bekas (unsplash.com/@krijovnik)

Hukum permintaan dan penawaran memainkan peran besar dalam menentukan seberapa cepat nilai sebuah mobil menyusut. Merek-merek yang tidak memiliki jaringan bengkel luas atau ketersediaan suku cadang yang sulit cenderung mengalami depresiasi lebih cepat. Ketika sebuah merek memutuskan untuk keluar dari pasar suatu negara atau menghentikan produksi model tertentu, harga bekasnya biasanya akan langsung jatuh karena kekhawatiran konsumen terhadap layanan purnajual.

Selain itu, tren teknologi juga sangat berpengaruh. Di era transisi menuju kendaraan listrik atau mesin yang lebih efisien, mobil dengan kapasitas mesin besar (boros bahan bakar) atau teknologi yang sudah dianggap usang akan kehilangan peminat. Warna mobil yang terlalu mencolok atau tidak lazim juga sering kali menjadi "pembunuh" harga, karena pasar mobil bekas jauh lebih menyukai warna-warna netral seperti hitam, putih, atau perak yang lebih mudah dijual kembali.

3. Jarak tempuh yang tinggi dan usia kendaraan

ilustrasi panel speedometer pada dasbor mobil (unsplash.com/Danny Sleeuwenhoek)
ilustrasi panel speedometer pada dasbor mobil (unsplash.com/Danny Sleeuwenhoek)

Angka pada odometer adalah indikator utama bagi pasar untuk menilai sisa usia pakai sebuah kendaraan. Secara umum, mobil dengan jarak tempuh yang jauh di atas rata-rata tahunan akan mengalami penurunan harga yang sangat tajam. Hal ini disebabkan oleh persepsi bahwa komponen-komponen besar seperti transmisi, kaki-kaki, dan sistem pendingin mesin sudah mendekati masa akhir fungsinya dan memerlukan penggantian mahal.

Selain jarak tempuh, faktor psikologis pergantian tahun juga tidak bisa diremehkan. Begitu sebuah model mengalami facelift atau peluncuran generasi terbaru, model sebelumnya akan dianggap "kuno" meskipun kondisinya masih sangat prima. Penurunan ini semakin parah jika mobil tersebut memiliki catatan kecelakaan besar atau pernah terendam banjir, karena integritas struktur kendaraan dan sistem kelistrikan biasanya tidak akan pernah kembali sempurna, sehingga nilai jualnya bisa turun hingga lebih dari 50% dari harga pasar normal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Kenapa Harga Mobil Mewah Bekas Selalu Terjun Bebas?

13 Jan 2026, 07:05 WIBAutomotive