Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Mobil Rawan Kena Overheat Saat Perjalanan Jauh?

Kenapa mobil rawan overheat saat perjalanan jauh?
ilustrasi mobil perjalanan jauh (unsplash.com/Nischal Kanishk)
Intinya sih...
  • Perjalanan jauh memberikan tekanan besar pada mobil, menyebabkan overheat yang bisa merusak mesin dan performa mobil.
  • Kerusakan radiator, kualitas oli buruk, termostat tidak berfungsi, dan kerusakan kipas pendingin adalah faktor penyebab overheat.
  • Cara mencegah overheat: istirahatkan mobil, periksa kipas pendingin, cek atau ganti oli sebelum pergi, dan periksa air radiator.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mobil merupakan salah satu kendaraan multifungsi yang memudahkan kehidupan. Mengingat ukurannya yang besar, mobil sering dipakai untuk perjalanan jauh. Tak tanggung-tanggung, mobil mampu dipacu hingga mencapai jarak ribuan kilometer, lho.

Namun, mobil juga memiliki batas dan bisa terkena masalah jika digunakan melaju lama dengan jarak jauh. Salah satu masalah yang muncul adalah overheat atau panas berlebih. Sebetulnya kenapa mobil rawan kena overheat saat perjalanan jauh? Yuk, kita ulik alasan dan penyebabnya di artikel berikut!

Table of Content

1. Kenapa mobil rawan kena overheat saat perjalanan jauh?

1. Kenapa mobil rawan kena overheat saat perjalanan jauh?

Perjalanan jauh memberikan tekanan yang besar pada mobil karena mesin akan bekerja dengan keras dalam jangka waktu lama. Nah, overheat sering menjadi momok karena menimbulkan beberapa hal, seperti mesin berasap, performa mobil menurun, hingga mogok secara tiba-tiba. Apa penyebabnya? Berikut ulasannya:

  • Kerusakan radiator

Radioator berfungsi mendingingkan mesin mobil. Jadi, jika ada kerusakan radioator panas menjadi tak terkendali hingga menimbulkan overheat. Radiator bisa rusak karena beberapa hal, seperti kebocoran, penggunaan cairan yang tidak tepat, dan sirkulasi air tidak lancar. 

  • Kualitas oli buruk

Sebelum bepergian sangat penting mengecek kondisi oli. Jika habis atau hampir kering segera isi kembali oli mobil. Oli yang masuk ke mobil juga harus berkualitas. Jika menggunakan oli abal-abal justru mesin akan rusak, pelumasan tidak optimal, dan overheat berpotensi terjadi di tengah perjalanan.

  • Termostat tidak berfungsi

Fungsi utama termostat adalah mengatur cairan pendingin di mesin mobil. Untuk itu, jika termostat rusak tidak ada yang mengatur proses keluar masuk air dari radiator ke mesin. Di perjalanan jauh hal tersebut bisa menaikan suhu mesin dan menimbulkan overheat.

  • Kerusakan kipas pendingin

Kipas pendingin sangat penting karena mampu menyedot udara dari luar dan menurunkan suhu mesin. Ketika kipas ini rusak, udara tak akan masuk dan suhu mesin bisa naik secara signifikan. Jika dibiarkan, overheat bisa terjadi saat kamu melakukan perjalanan.

2. Cara mencegah overheat saat perjalanan jauh

Kenapa mobil rawan overheat saat perjalanan jauh?
ilustrasi mobil perjalanan jauh (unsplash.com/Michal Lauko)

Seperti kata pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati. Oleh sebab itu, baiknya mencegah overheat itu terjadi agar perjalanan semakin nyaman dan tanpa hambatan. Di bawah ini adalah beberapa cara mencegah mobil overheat saat perjalanan jauh:

  • Istirahatkan mobil

Sama seperti manusia, mobil harus istirahat jika sudah bergerak terlalu lama. Saat diistirahatkan mesin mobil akan mendingin dan overheat bisa dicegah.

  • Periksa kipas pendingin

Sebelum berangkat, pastikan kipas pendingin berfungsi normal. Caranya, panaskan mobil dan tunggu beberapa saat hingga kipas menyala.

  • Cek atau ganti oli sebelum pergi

Sebelum perjalanan dimulai, biasakan cek oli mobil. Jika kering atau akan habis, oli wajib diganti agar pelumasan optimal, gesekan halus, dan mobil aman dari overheat.

  • Periksa air radiator

Air raditor wajib diperiksa sebelum memulai perjalanan. Untuk itu, pastikan air masih berada di level normal. Jika kurang atau habis, segera isi dengan air radiator, ya.

3. Cara mengatasi overheat saat perjalanan

Overheat bisa terjadi kapan saja dan dimana pun. Nah, di bawah ini adalah beberapa cara mengatasi overheat jika terjadi secara tiba-tiba:

  • Menepi

Ketika kamu merasakan ada yang tak beres, segera menepi di pinggir jalan. Jika terus dipacu overheat akan semakin parah dan mobil bisa rusak.

  • Buka kap dan cek mesin mobil

Setelah berhenti segera buka kap mesin. Selanjutnya, cek mesin agar bisa mengidentifikasi kerusakan dan mengatasinya.

  • Matikan AC dan nyalakan pemanas

AC bisa memberikan tekanan pada mesin sehingga mampu memperparah overheat. Jadi, matikan dan kemudian nyalakan pemanas agar panas dari mesin teralihkan ke kabin.

  • Kendalikan kecepatan

Saat menemukan tanda-tanda overheat kamu tak boleh panik dan memacu kendaraan di kecepatan tertinggi. Sebaliknya, turunkan kecepatan dengan perlahan dan kemudian berusahalah untuk menepi.

  • Hubungi bengkel

Jika dirasa masalah yang terjadi cukup parah kamu bisa menghubungi bengkel terdekat untuk melakukan perbaikan. Selain bengkel kamu juga bisa menghubungi pihak lain seperti polisi atau Jasa Marga.

Mengetahui kenapa mobil rawan kena overheat saat perjalanan jauh akan membuat perjalananmu makin aman, nyaman, dan menyenangkan. Masalah bisa dicegah, diatasi, dan kamu tak perlu khawatir sepanjang perjalanan.

FAQ seputar kenapa mobil rawan kena overheat saat perjalanan jauh

Apa yang terjadi jika mobil overheat di perjalanan jauh?

Jika mengalami overheat, mesin bisa berasap, kinerja menurun, kenyamanan berkurang, mogok, mobil bisa mogok, bahkan menyebabkan kecelakaan.

Apakah semua mobil bisa mengalami overheat?

Iya, semua mobil bisa mengalami overheat, entah itu MVP, SUV, atau hatchback.

Berapa biaya perbaikan mobil overheat?

Tergantung kerusakaannya, biaya perbaikan mobil overheat cukup beragam, yaitu sekitar Rp300 ribu-Rp5 jutaan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Cara Mempertahankan Body Motor Tetap Awet, Hindari Kesalahan Ini

19 Jan 2026, 16:42 WIBAutomotive