ilustrasi jalan tol (unsplash.com/novita ramadhani)
Semakin tinggi kecepatan kendaraan, semakin besar pula konsekuensi dari gerakan kecil. Perubahan arah yang sangat sedikit pada setir atau respons suspensi dapat terasa lebih jelas ketika mobil melaju dalam kecepatan tinggi.
Selain itu, permukaan jalan yang memiliki sambungan, gelombang kecil, atau perubahan elevasi dapat membuat bodi kendaraan bergerak naik turun. Pada kecepatan tinggi, gerakan tersebut bisa diterjemahkan pengemudi sebagai sensasi mobil seperti melayang.
Kondisi ban juga tidak boleh diabaikan. Tekanan angin yang tidak sesuai, keausan tidak merata, atau kondisi ban yang sudah kurang baik dapat memengaruhi kestabilan kendaraan. Ban menjadi satu-satunya komponen yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan.
Karena itu, jika sensasi melayang muncul berulang kali bukan hanya ketika melewati jalan layang, pemeriksaan tekanan ban, spooring, balancing, dan kondisi suspensi layak dilakukan. Terlebih jika mobil juga terasa menarik ke satu sisi atau setir tidak kembali dengan normal.