Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Suara Mesin Mobil Terdengar Kasar Saat Pertama Kali Dinyalakan?
Ilustrasi mekanik mengecek kelistrikan mesin mobil (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Suara mesin kasar saat pertama dinyalakan umumnya terjadi karena oli belum bersirkulasi optimal ke piston, camshaft, dan mekanisme katup setelah mobil lama terparkir.
  • Saat mesin masih dingin, ECU menaikkan idle dan menyesuaikan campuran bahan bakar-udara; oli yang lebih kental juga membuat suara komponen internal lebih menonjol.
  • Jika bunyi kasar tidak hilang setelah mesin panas, terutama ketukan, gemeretak, atau decitan, periksa oli dan bawa ke bengkel untuk mengecek komponen terkait.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mesin mobil kadang berbunyi kasar saat pagi baru dinyalakan. Oli masih ada di bawah dan belum mengalir ke semua bagian mesin. Mesin juga masih dingin, jadi suaranya lebih keras. Biasanya bunyi hilang setelah beberapa detik. Kalau bunyi tetap ada saat mesin panas, mobil perlu diperiksa di bengkel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Suara mesin mobil yang terdengar lebih kasar ketika pertama kali dinyalakan pada pagi hari cukup sering membuat pemilik kendaraan khawatir. Suara tersebut biasanya terasa berbeda dibandingkan saat mesin sudah mencapai suhu kerja normal.

Meski begitu, kondisi ini tidak selalu menandakan adanya kerusakan serius. Ada beberapa faktor yang membuat suara mesin terdengar lebih kasar ketika baru dinyalakan, terutama setelah mobil terparkir cukup lama.

1. Oli mesin belum bersirkulasi sempurna

ilustrasi mekanik sedang cek mesin mobil (pexels.com/Sergey Meshkov)

Ketika mesin dimatikan dalam waktu lama, sebagian oli akan kembali mengalir ke bagian bawah mesin dan masuk ke bak oli. Akibatnya, ketika mesin kembali dinyalakan pada pagi hari, komponen seperti piston, camshaft, dan mekanisme katup membutuhkan waktu sesaat hingga mendapatkan pelumasan secara optimal.

Pada momen tersebut, gesekan antarkomponen bisa terdengar lebih jelas sehingga suara mesin terasa kasar. Kondisi biasanya hanya berlangsung beberapa detik setelah mesin menyala. Setelah oli bersirkulasi dan mencapai komponen yang membutuhkan pelumasan, suara mesin perlahan menjadi lebih halus.

2. Suhu mesin masih dalam kondisi dingin

ilustrasi mesin mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Mesin membutuhkan suhu tertentu agar dapat bekerja secara optimal. Saat pagi hari, temperatur mesin masih rendah sehingga sistem pengaturan bahan bakar dan udara akan menyesuaikan campuran agar pembakaran tetap stabil.

Pada mobil modern, komputer mesin atau electronic control unit (ecu) akan mengatur putaran mesin ketika kondisi masih dingin. Putaran idle juga bisa dibuat sedikit lebih tinggi untuk membantu mesin mencapai suhu kerja. Kombinasi kondisi tersebut dapat membuat suara mesin terdengar lebih keras atau kasar dibandingkan ketika mesin sudah panas.

Selain itu, oli mesin dalam kondisi dingin memiliki kekentalan lebih tinggi dibandingkan saat mencapai temperatur kerja. Aliran oli pun belum secepat ketika mesin sudah panas. Karena itu, suara dari komponen internal mesin dapat terdengar lebih menonjol pada beberapa saat pertama setelah mesin dihidupkan.

3. Perlu waspada jika suara tidak kunjung hilang

Ilustrasi Mesin Mobil (pexels.com/GeorgeSultan

Suara kasar ketika mesin baru dinyalakan masih tergolong wajar jika hanya muncul sebentar dan kemudian menghilang setelah mesin mulai mencapai kondisi kerja. Namun, perlu perhatian lebih jika suara tersebut tetap terdengar meskipun mesin sudah panas.

Suara seperti ketukan logam, gemeretak, atau bunyi berdecit yang semakin jelas juga sebaiknya tidak diabaikan. Kondisi tersebut bisa berkaitan dengan masalah oli, komponen timing, belt, bearing, hingga bagian internal mesin. Pemeriksaan di bengkel diperlukan untuk memastikan sumber bunyi sebelum kerusakan berkembang menjadi lebih serius.

Selain memperhatikan suara mesin, kondisi oli juga penting diperiksa secara rutin. Gunakan oli dengan spesifikasi dan tingkat kekentalan yang sesuai rekomendasi pabrikan. Jika suara kasar hanya muncul sesaat ketika pagi hari, mesin kembali halus setelah beberapa detik, dan tidak disertai gejala lain, pemilik mobil biasanya tidak perlu langsung panik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article