Berbagi lajur jalan raya dengan kendaraan berat berukuran raksasa seperti truk muatan dan bus antarkota membutuhkan tingkat kewaspadaan yang ekstra tinggi. Ukuran sasis yang besar serta bobot yang mencapai puluhan ton membuat kendaraan niaga ini memiliki karakteristik pergerakan yang sangat berbeda dengan mobil kecil atau sepeda motor.
Banyak pengendara yang sering kali merasa bingung dan ragu dalam mengambil keputusan taktis saat harus melaju berdampingan dengan armada besar tersebut. Memahami posisi paling aman antara melaju di area depan atau area belakang kendaraan berat menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko kecelakaan fatal di jalan raya.
