Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mazda CX-6e Diperbarui, Bawa LiDAR dan ADAS Level 2
Mazda CX-6e terbaru pakai LiDAR (Carnewschina)
  • Mazda memperbarui CX-6e atau EZ-60 di China dengan LiDAR, radar, sensor, dan kamera untuk ADAS Level 2 serta Navigation-on-Autopilot di jalan tol dan perkotaan.

  • SUV ini tersedia dalam versi EV berjarak tempuh 585-600 km CLTC dan EREV dengan jangkauan listrik 200 km; keduanya memakai motor belakang 255 dk.

  • CX-6e mengusung interior layar 26,45 inci dan HUD, sementara varian ber-LiDAR dibanderol mulai 145.900 yuan atau sekitar Rp390 jutaan di China.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Agustus 2026

Mazda mengirimkan 4.532 unit CX-6e di China. Model ini menyumbang sekitar 45 persen dari total penjualan Mazda di negara tersebut pada periode itu.

kini

Mazda memperbarui CX-6e di China dengan sensor LiDAR dan sistem bantuan mengemudi advanced Level 2. Kemampuan Navigation-on-Autopilot diperluas untuk jalan tol dan perkotaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Mazda memperbarui SUV listrik CX-6e dengan sensor LiDAR dan sistem Navigation-on-Autopilot berteknologi bantuan mengemudi advanced Level 2 di pasar China.
  • Who?
    Mazda dan Changan-Mazda mengembangkan model ini; CX-6e dipasarkan di China dengan nama Mazda EZ-60.
  • Where?
    Pembaruan tersedia di pasar China, dengan kemampuan NOA digunakan di jalan tol dan area perkotaan.
  • When?
    Pembaruan CX-6e telah diperkenalkan di China; waktu peluncuran rinci per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    LiDAR, tiga radar gelombang milimeter, 12 sensor ultrasonik, dan 11 kamera ditambahkan untuk memperluas kemampuan bantuan mengemudi pada lebih dari 200 skenario.
  • How?
    Sistem membantu perpindahan jalur, menyalip, akses jalan tol, persimpangan, bundaran, putar balik, dan menghindari rintangan. Pengemudi tetap wajib mengawasi jalan serta siap mengambil alih kendali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mazda membuat mobil listrik CX-6e lebih pintar di China. Mobil ini punya alat LiDAR di atap, kamera, dan sensor. Alat itu bisa membantu saat pindah jalur, masuk jalan tol, dan lewat kota. Tapi pengemudi tetap harus melihat jalan. Mobil ini juga punya layar besar di dalam. Di China namanya EZ-60.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pembaruan CX-6e memperlihatkan upaya Mazda memperluas kenyamanan berkendara melalui perpaduan LiDAR, radar, kamera, dan sistem bantuan Level 2 yang tetap menempatkan pengemudi sebagai pengendali utama. Pilihan EV dan EREV, pengisian cepat, serta kabin digital yang lapang juga memberi fleksibilitas teknologi bagi kebutuhan penggunaan yang beragam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Mazda memperbarui CX-6e di pasar China dengan membawa teknologi bantuan mengemudi yang lebih canggih. SUV listrik tersebut kini mendapatkan sensor LiDAR yang ditempatkan di bagian atap, sekaligus memperluas kemampuan sistem Navigation-on-Autopilot (NOA) untuk penggunaan di jalan tol maupun perkotaan.

Di China, Mazda CX-6e dikenal dengan nama EZ-60. Model yang dikembangkan melalui kerja sama Changan-Mazda ini ditawarkan dalam pilihan mobil listrik murni (EV) dan extended-range electric vehicle (EREV).

Untuk varian yang sudah dilengkapi LiDAR, harganya mulai 145.900 yuan atau sekitar Rp390 jutaan.

1. Mazda CX-6e kini dibekali LiDAR

Buritan Mazda CX-6e (Carnewschina)

Dilansir Carnewschina, penambahan LiDAR menjadi perubahan utama pada Mazda CX-6e terbaru. Sensor tersebut bekerja bersama tiga radar gelombang milimeter, 12 sensor ultrasonik, dan 11 kamera untuk mendukung sistem bantuan mengemudi tingkat lanjut.

Mazda menyebut teknologi tersebut masuk kategori advanced Level 2, dengan kemampuan mencakup lebih dari 200 skenario bantuan mengemudi. Sistem ini dapat bekerja pada kecepatan 0-130 km per jam di jalan tol dan 0-80 km per jam di area perkotaan.

Pada penggunaan di jalan tol, sistem dapat membantu kendaraan berpindah jalur secara otomatis, menyalip kendaraan yang lebih lambat, serta menangani akses masuk dan keluar jalan tol. CX-6e juga dapat membantu kendaraan menuju area layanan dengan intervensi pengemudi yang lebih minim.

Sementara di perkotaan, sistem tersebut diklaim mampu menangani persimpangan dan bundaran, melakukan putar balik, hingga melakukan perpindahan jalur darurat ketika mendeteksi adanya rintangan.

Meski membawa istilah Navigation-on-Autopilot, teknologi ini tetap merupakan sistem bantuan mengemudi Level 2, bukan kemampuan mengemudi otonom penuh. Artinya, pengemudi tetap harus memperhatikan kondisi jalan dan siap mengambil alih kendali kendaraan.

2. Ada pilihan EV dan EREV

Interior Mazda CX-6e (Carnewschina)

Mazda CX-6e dengan teknologi LiDAR tersedia dalam dua pilihan sistem penggerak. Versi EV menggunakan baterai LFP berkapasitas 77,94 kWh yang dipasok CALB, dengan jarak tempuh berdasarkan standar CLTC mencapai 585-600 kilometer.

Motor listrik tunggal yang ditempatkan di belakang menghasilkan tenaga 190 kW atau sekitar 255 dk.

Kecepatan maksimumnya mencapai 185 km per jam. Sistem pengisian cepat 3C memungkinkan baterai diisi dari 30 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 15 menit.

Sementara itu, versi EREV menggunakan baterai LFP berkapasitas 31,73 kWh yang dipasok CATL-Changan. Baterai tersebut memberikan jarak tempuh listrik hingga 200 kilometer berdasarkan standar CLTC.

Untuk memperpanjang jarak perjalanan, CX-6e EREV dibekali mesin bensin 1,5 liter naturally aspirated berdaya 72 kW atau sekitar 97 dk sebagai range extender. Motor listrik belakangnya tetap menghasilkan 190 kW atau 255 dk.

3. Interior Mazda berubah drastis

Mazda CX-6e (Carnewschina)

Selain teknologi bantuan mengemudi, CX-6e juga menunjukkan perubahan besar pada pendekatan Mazda terhadap interior mobil listrik. Kabinnya tidak lagi mengandalkan banyak tombol fisik seperti yang selama ini menjadi ciri khas sejumlah model Mazda.

Di bagian tengah terdapat layar infotainment berukuran 26,45 inci dengan resolusi 5K yang membentang hingga area penumpang depan. Pengemudi juga mendapatkan head-up display (HUD) berukuran 50 inci, sementara opsi HUD 100 inci tersedia sebagai fitur tambahan.

Dari sisi dimensi, Mazda CX-6e memiliki panjang 4.850 mm, lebar 1.935 mm, dan tinggi 1.620 mm dengan wheelbase 2.902 mm. SUV ini menggunakan suspensi MacPherson di depan dan multilink di belakang.

Di China, CX-6e juga menunjukkan kontribusi yang cukup besar terhadap penjualan Mazda. Data China EV DataTracker yang dikutip CarNewsChina mencatat Mazda mengirimkan 4.532 unit CX-6e sepanjang Agustus 2026. Model NEV tersebut menyumbang sekitar 45 persen dari total penjualan Mazda di China pada periode tersebut.

Menariknya, CX-6e merupakan nama yang digunakan Mazda untuk pasar global, sementara di China model ini dipasarkan sebagai EZ-60.

Mobil tersebut dibangun di atas platform EPA1 milik Changan dan memiliki hubungan teknis yang dekat dengan Deepal S07.

Curated For You

Editorial Team

Related Article