Mobil China Mulai Dominasi Pasar Mobil Australia

- Mobil asal China kini menguasai 18,3% pasar mobil baru Australia pada 2025 dengan total penjualan 221.699 unit, menandai perubahan besar dalam preferensi konsumen lokal.
- GWM, BYD, dan MG menjadi tiga merek China terlaris di Australia, sementara Chery mencatat lonjakan pertumbuhan hingga 176,8% dan pendatang baru seperti Geely serta Zeekr mulai menarik perhatian.
- Dominasi China meluas ke segmen kendaraan komersial lewat LDV serta mulai merambah pasar premium melalui Denza dan merek lain yang memperkuat ekspansi otomotif Negeri Tirai Bambu di Australia.
Lanskap otomotif di Negeri Kanguru mengalami transformasi besar seiring dengan membanjirnya kendaraan produksi China yang kini merajai jalanan Australia. Berdasarkan laporan data penjualan tahun 2025, tercatat sebanyak 221.699 unit mobil asal China berhasil diserap pasar, sebuah angka yang menegaskan pergeseran selera konsumen terhadap produk Asia Timur tersebut.
Kehadiran merek-merek ini tidak lagi sekadar menjadi pemain pelengkap, melainkan telah menguasai 18,3 persen dari total pasar mobil baru di Australia. Pertumbuhan pesat sebesar 25,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat Australia terhadap kualitas, teknologi, dan harga yang ditawarkan oleh pabrikan China semakin solid dan sulit dibendung.
1. Persaingan ketat tiga besar merek China dalam daftar terlaris

Tahun 2025 menjadi tonggak sejarah bagi GWM (Great Wall Motor) yang berhasil mengukuhkan posisinya sebagai merek China paling populer di Australia. Dengan catatan penjualan mencapai 52.809 unit, GWM sukses merangsek ke peringkat ketujuh sebagai merek terlaris secara keseluruhan di pasar otomotif nasional Australia. Pertumbuhan konsisten selama dua tahun terakhir yang mencapai lebih dari 45 persen membuktikan bahwa strategi produk GWM sangat relevan dengan kebutuhan konsumen lokal.
Menyusul ketat di posisi kedua adalah BYD yang menempati peringkat kedelapan dalam daftar penjualan total. BYD mencatatkan lonjakan pengiriman yang sangat fantastis, yakni sebesar 156 persen dibandingkan tahun 2024 dengan total 52.415 unit. Sementara itu, MG Motor melengkapi daftar tiga besar merek China di posisi kesepuluh secara keseluruhan dengan penjualan 41.298 unit, meskipun merek ini mengalami tren penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya akibat kompetisi internal yang semakin sengit di antara sesama merek China.
2. Lonjakan signifikan Chery dan kemunculan pendatang baru

Chery menunjukkan performa yang sangat impresif dengan menempati peringkat keempat di antara merek China melalui 34.889 penjualan pada tahun 2025. Pertumbuhan tahunan Chery mencapai 176,8 persen, sebuah angka yang luar biasa mengingat tren dua tahunnya menunjukkan peningkatan hampir lima kali lipat. Strategi Chery di Australia cukup unik karena mereka memisahkan pelaporan hasil penjualan dengan sub-merek mereka, yakni Omoda dan Jaecoo, yang juga mencatatkan angka positif pada tahun debutnya.
Selain pemain lama, tahun 2025 juga menjadi saksi masuknya berbagai nama baru yang langsung memberikan warna pada pasar Australia. Geely kembali masuk ke laporan penjualan VFACTS dengan 5.010 unit, disusul oleh Zeekr yang mencatat hampir 2.000 penjualan pada tahun pertamanya. Nama-nama lain seperti JAC Motors, Leapmotor, Deepal, hingga Foton mulai memperkuat fondasi mereka, menandakan bahwa pasar Australia kini menjadi medan tempur utama bagi ekspansi global industri otomotif China.
3. Ekspansi segmen kendaraan komersial dan mobil premium

Tidak hanya di pasar mobil penumpang, penetrasi China juga terlihat kuat di segmen kendaraan komersial melalui merek LDV yang berhasil menjual 14.108 unit. Meskipun mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun 2024, LDV tetap mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain kunci di sektor kendaraan kerja. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan pasar Australia terhadap produk China telah mencakup berbagai spektrum, mulai dari kebutuhan pribadi hingga operasional bisnis.
Menariknya, pasar kendaraan premium juga mulai dijajaki dengan kehadiran Denza, merek mewah milik BYD. Walaupun baru mencatatkan pengiriman resmi secara massal pada tahun 2026, data tahun 2025 sudah mulai merekam kehadiran unit tersebut di Australia. Dengan dukungan merek-merek lain seperti Farizon, GAC Group, dan XPeng yang juga sudah mulai bergerak, masa depan pasar otomotif Australia diprediksi akan semakin didominasi oleh inovasi dan efisiensi yang dibawa oleh manufaktur Negeri Tirai Bambu.


















