Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mobil Jarang Digunakan, Sebaiknya Cabut Kutub Aki Positif atau Negatif
ilustrasi aki mobil (pexels.com/Vladimir Srajber)
  • Mobil jarang digunakan bisa menyebabkan aki tekor karena sistem komputer dan alarm tetap mengonsumsi arus listrik meski mesin mati.
  • Pelepasan kabel kutub negatif lebih aman untuk menghentikan aliran listrik total dan mencegah risiko korsleting saat bekerja di ruang mesin.
  • Saat mobil akan digunakan kembali, pasang kabel positif terlebih dahulu lalu negatif agar sistem kelistrikan aktif dengan aman tanpa lonjakan arus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Memarkir mobil di dalam garasi dalam jangka waktu yang cukup lama sering kali menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi pemiliknya. Masalah yang paling klasik dan sering terjadi setelah mobil ditinggalkan berminggu-minggu adalah kondisi baterai atau aki yang tiba-tiba tekor dan kehilangan daya listriknya secara total.

Fenomena penyusutan daya ini terjadi karena sistem komputer dan alarm kendaraan tetap mengonsumsi arus listrik statis meskipun kunci kontak berada di posisi mati. Untuk mengantisipasi hal tersebut, tindakan melepas salah satu kabel terminal aki menjadi solusi darurat yang paling sering disarankan oleh para ahli otomotif.

1. Memilih terminal yang tepat demi keselamatan sistem kelistrikan

ilustrasi aki mobil (pexels.com/Brigitte Miller)

Ketika harus memilih antara kedua kutub, memprioritaskan pelepasan kabel pada kutub negatif merupakan langkah yang paling direkomendasikan dan dinilai paling aman. Kutub negatif pada baterai kendaraan terhubung langsung dengan bagian sasis atau rangka logam mobil yang berfungsi sebagai massa kelistrikan.

Jika kabel negatif ini diputuskan, maka seluruh aliran arus listrik di dalam kendaraan akan terhenti secara total tanpa ada sisa jalur yang aktif. Pemutusan pada titik massa ini sangat efektif untuk menghentikan konsumsi daya statis dari berbagai komponen elektronik harian, sehingga isi daya di dalam sel aki tetap terjaga awet.

2. Menghindari risiko korsleting akibat sentuhan alat kerja dengan bodi

ilustrasi aki mobil (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Alasan utama mengapa kutub negatif harus dilepas terlebih dahulu berkaitan erat dengan faktor keselamatan kerja saat memutar kunci pas di ruang mesin. Apabila memaksakan diri untuk melepas kutub positif terlebih dahulu, potensi terjadinya benturan antara alat kerja logam dan rangka mobil sangatlah besar.

Sentuhan tidak sengaja antara kunci logam yang sedang menempel di kutub positif dengan bodi mobil akan langsung memicu hubungan arus pendek atau korsleting hebat. Percikan api yang timbul dari kesalahan prosedur ini tidak hanya berpotensi merusak komputer kendaraan, tetapi juga berisiko tinggi memicu ledakan kecil pada tangki aki.

3. Prosedur pemasangan kembali setelah kendaraan siap digunakan

ilustrasi mengecek aki mobil (pexels.com/Sergey Meshkov)

Setelah masa penyimpanan selesai dan mobil hendak digunakan kembali, proses penyambungan kabel terminal juga harus dilakukan dengan urutan yang terbalik. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan kabel kutub positif terpasang dengan kuat dan kencang terlebih dahulu pada tempatnya.

Setelah kutub positif dipastikan aman dan tidak longgar, barulah kabel kutub negatif boleh dipasang kembali ke terminalnya untuk mengaktifkan ulang sistem massa. Cara penanganan yang sistematis ini akan memastikan komponen pengatur kelistrikan mobil tidak kaget menerima lonjakan arus listrik mendadak, sehingga mesin dapat dinyalakan dengan aman dan lancar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article