Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ini Deretan Kekurangan Aki Kering, Bisa Mendadak Kehilangan Daya!

Ini Deretan Kekurangan Aki Kering, Bisa Mendadak Kehilangan Daya!
ilustrasi perawatan aki mobil (pexels.com/Themba Mtegha)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Aki kering populer karena praktis dan bebas perawatan, namun memiliki sejumlah kelemahan yang perlu dipahami agar pemilik kendaraan tidak salah langkah dalam perawatan kelistrikan.
  • Harga aki kering jauh lebih mahal dibanding jenis basah karena proses produksinya rumit dan menggunakan teknologi gel tertutup yang meningkatkan biaya manufaktur.
  • Aki kering bisa tiba-tiba kehilangan daya tanpa tanda awal dan tidak dapat diperbaiki saat rusak, sehingga pemilik harus langsung mengganti dengan unit baru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Komponen penampung daya listrik berjenis kering atau maintenance free kini menjadi pilihan utama bagi sebagian besar pabrikan kendaraan modern. Popularitas komponen ini melonjak tajam karena menawarkan kepraktisan tingkat tinggi, di mana pemilik kendaraan tidak perlu lagi repot memeriksa dan mengisi ulang cairan elektrolit secara berkala seperti pada jenis konvensional.

Namun, di balik segala kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan, jenis penampung daya ini menyimpan sejumlah kelemahan yang jarang disadari oleh para pemilik mobil. Memahami sisi negatif dari komponen elektrikal ini sangat penting agar tidak salah dalam melakukan langkah antisipasi dan perawatan sistem kelistrikan kendaraan harian.

1. Harga beli awal yang relatif jauh lebih mahal di pasaran

ilustrasi perbaikan aki mobil (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi perbaikan aki mobil (pexels.com/cottonbro studio)

Kekurangan pertama yang paling terasa saat harus melakukan penggantian komponen ini adalah nominal harga beli yang dipatok di toko suku cadang. Teknologi isolasi cairan elektrolit yang menggunakan bahan gel khusus serta desain wadah yang tertutup rapat menuntut proses manufaktur yang jauh lebih rumit dan canggih di pabrik.

Biaya produksi yang tinggi tersebut pada akhirnya dibebankan kepada konsumen, sehingga membuat banderol harganya bisa mencapai dua kali lipat dari jenis basah konvensional. Bagi pemilik kendaraan dengan anggaran perawatan yang terbatas, selisih nominal yang cukup besar ini tentu menjadi pertimbangan yang sangat berat ketika masa penggantian tiba.

2. Sifat kerusakan yang terjadi secara mendadak tanpa gejala awal

Ilustrasi mobil mogok (pexels/MART PRODUCTION)
Ilustrasi mobil mogok (pexels/MART PRODUCTION)

Karakteristik performa jenis kering memiliki pola penurunan daya yang sangat berbeda dengan jenis konvensional yang cenderung melemah secara bertahap. Pada jenis basah, gejala kerusakan biasanya ditandai dengan suara dinamo starter yang meredup atau lampu utama yang mulai temaram selama beberapa hari sebelum benar-benar habis.

Sebaliknya, jenis kering memiliki sifat pemutusan daya yang terjadi secara drastis dan mendadak tanpa memberikan tanda peringatan dini kepada pengendara. Mobil bisa saja menyala dengan sangat lancar di pagi hari, namun tiba-tiba kehilangan pasokan daya listrik secara total dan mogok ketika hendak dinyalakan kembali pada siang harinya.

3. Tidak dapat diperbaiki atau diisi ulang saat sel internal rusak

ilustrasi mobil mogok (pexels.com/Alex P)
ilustrasi mobil mogok (pexels.com/Alex P)

Ketika komponen penampung daya berjenis kering ini sudah dinyatakan tekor atau mengalami kerusakan sel internal, maka tidak ada pilihan lain selain membeli unit baru. Desain bodi plastik yang dibuat paten dan tertutup rapat tanpa lubang ventilasi membuat komponen ini mustahil untuk dibuka atau diperbaiki secara mandiri di rumah.

Berbeda dengan jenis basah yang terkadang masih bisa diselamatkan dengan cara menguras cairan lama dan melakukan pengisian daya ulang menggunakan alat charger khusus. Sifat sekali pakai pada jenis kering ini membuat limbah yang dihasilkan menjadi lebih instan dan memaksa pemilik kendaraan untuk langsung merogoh kocek dalam-dalam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More