ilustrasi mobil di tanjakan (pexels.com/Erik Mclean)
Cara pengemudi memindahkan tuas juga dapat memengaruhi sensasi ketika masuk ke posisi R. Salah satu kebiasaan yang perlu dihindari adalah memindahkan tuas dari D ke R ketika mobil masih bergerak. Meskipun dilakukan pada kecepatan rendah, kebiasaan tersebut dapat memberikan beban yang tidak semestinya pada sistem transmisi.
Idealnya, mobil dihentikan sepenuhnya sebelum posisi transmisi diubah dari maju ke mundur atau sebaliknya. Setelah kendaraan berhenti, injak pedal rem dan pindahkan tuas ke posisi yang dituju dengan tenang. Jika mobil tetap menyentak meskipun prosedur tersebut sudah dilakukan dengan benar, kondisi transmisi dan komponen pendukungnya sebaiknya diperiksa.
Mobil matik yang sedikit terasa berbeda ketika masuk R tidak selalu berarti transmisi mengalami kerusakan besar. Putaran mesin yang tinggi, kondisi oli, mounting, sistem kontrol, serta cara pengoperasian dapat memengaruhi seberapa halus perpindahan tersebut. Yang perlu diperhatikan adalah apakah hentakan hanya terjadi sesekali atau justru semakin sering dan semakin keras.
Jika mobil mulai menyentak kuat, muncul suara aneh, terdapat jeda sebelum gigi R aktif, atau gejala juga terjadi pada posisi transmisi lainnya, pemeriksaan sebaiknya dilakukan. Jangan menunda terlalu lama hanya karena mobil masih bisa digunakan seperti biasa. Menemukan penyebab sejak awal dapat membantu mencegah masalah kecil berkembang menjadi gangguan transmisi yang lebih serius.