Ilustrasi kecelakaan mobil (astra-daihatsu.id)
Asuransi sering menjadi solusi praktis, tetapi tetap bergantung pada polis yang aktif dan ketentuan klaim. Banyak unit test drive diasuransikan (misalnya all risk atau TLO), sehingga biaya perbaikan bisa ditangani asuransi terlebih dulu. Meski begitu, tetap ada komponen seperti own risk/deductible (biaya risiko sendiri) dan pengecualian (misalnya jika pengemudi tidak punya SIM, mengemudi di luar rute, atau melanggar ketentuan).
Jika mobil test drive ditabrak orang lain dan pihak penabrak mengakui kesalahan, skenario umum adalah: klaim bisa melalui asuransi mobil test drive (lalu subrogasi ke pihak penabrak) atau langsung menuntut ganti rugi ke penabrak. Tapi jika pengemudi test drive yang lalai, dealer bisa meminta pengemudi menanggung own risk atau biaya yang tidak dicover polis. Intinya: asuransi membantu, tapi tidak selalu menghapus tanggung jawab pihak yang bersalah.
Pada praktiknya, langkah aman adalah: pastikan test drive ditemani petugas dealer bila memungkinkan, baca klausul test drive sebelum tanda tangan, dan minta kejelasan soal asuransi, own risk, serta batas rute. Dengan begitu, kalau hal buruk terjadi, urusannya jadi lebih jelas—dan tidak berubah jadi drama panjang.