Ferrari Luce EV Ternyata Hasil Garapan Mantan Desainer Apple

- Ferrari menggandeng studio LoveFrom milik mantan desainer Apple, Jony Ive dan Marc Newson, untuk merancang mobil listrik murni pertamanya bernama Ferrari Luce.
- Desain interior Luce mengusung filosofi produk mandiri tanpa material plastik, menghadirkan kabin premium berbahan kaca, aluminium, dan kulit dengan detail teknis presisi tinggi.
- Kabin Ferrari Luce memakai Gorilla Glass serta tombol fisik bertekstur unik demi keamanan dan kenyamanan berkendara, termasuk kunci E-Ink yang menampilkan efek cahaya khas Ferrari.
Langkah berani diambil oleh pabrikan Maranello dalam merancang mobil listrik murni pertama mereka, Ferrari Luce. Alih-alih mengandalkan tim internal, mereka memilih keluar dari zona nyaman demi melahirkan sebuah mahakarya yang benar-benar berbeda.
Keputusan menggandeng pihak eksternal dari luar industri otomotif ini terbukti menjadi strategi jitu untuk mendobrak batasan konvensional. Hasilnya adalah sebuah kendaraan yang tidak hanya mendefinisikan ulang estetika Ferrari, tetapi juga menetapkan standar baru di jalan raya.

Ferrari sengaja memilih LoveFrom, studio desain industri yang dipimpin oleh mantan desainer iPhone, Sir Jony Ive dan Marc Newson. Berdasarkan laporan dari situs otomotif Australia, drive.com, tim desainer ini sempat mengisolasi diri atau melakukan "radio silence" selama enam bulan di San Francisco setelah menerima pengarahan teknis pada tahun 2021.
Insinyur performa aerodinamika Ferrari, Marco Milanetti, mengungkapkan, “Mereka mengajukan banyak pertanyaan. Kami berdiskusi banyak tentang setiap pilihan yang telah kami buat. Dan kemudian mereka kembali ke San Francisco selama kurang lebih enam bulan tanpa ada hubungan dengan kami. Tidak ada panggilan telepon, tidak ada apa-apa.”
Ketika kembali ke Maranello pada tahun 2022, mereka membawa puluhan konsep sketsa tangan yang menjadi dasar nyata dari wujud Luce saat ini. CEO Ferrari, Benedetto Vigna, menegaskan bahwa kolaborasi ini membawa perspektif baru serta bahasa desain teknologi yang belum pernah lahir dari tim internal mereka sendiri.
2. Kabin mewah antimaterial plastik dengan filosofi produk mandiri

LoveFrom menerapkan prinsip operasi tunggal di mana setiap komponen di dalam kabin harus diselesaikan sebagai produk mandiri yang estetik dari segala sudut. Dampak dari pendekatan ini adalah hilangnya material plastik sama sekali dari seluruh permukaan sentuh kabin. Manajer Desain Infotainment Ferrari, Salvatore Soscia, menyatakan, “Semua yang Anda sentuh adalah kaca atau aluminium atau kulit. Tidak ada plastik.”
Panel instrumen menjadi bagian paling kompleks secara teknis, terdiri dari tiga dial mandiri berbalut rumah aluminium anodisasi dan lensa kaca yang diproses secara presisi. Keunikan lain terletak pada dudukan panel instrumen yang dipasang langsung pada kolom kemudi, bukan pada dasbor, sehingga posisinya akan selalu mengikuti pergerakan setir demi memastikan garis pandang pengemudi tetap konstan dan tidak terhalang.
3. Integrasi teknologi Gorilla Glass dan tombol fisik ergonomis

Kabin kendaraan ini menjadi ruang pertama di industri otomotif yang memanfaatkan material khusus Corning Gorilla Glass demi ketahanan tingkat tinggi terhadap goresan. Setiap tombol kontrol kaca dirancang memiliki sifat taktil atau tekstur yang berbeda, sehingga pengemudi dapat mengenali fungsi tombol hanya lewat sentuhan tanpa harus mengalihkan pandangan dari jalan.
Penggunaan tombol fisik ini didasarkan pada riset LoveFrom mengenai beban kognitif berbahaya akibat interaksi layar sentuh saat berkendara. Bahkan, ritual menghidupkan mobil dirancang sangat teatrikal menggunakan kunci berbahan Gorilla Glass dengan layar E-Ink. Saat kunci diletakkan pada doknya, kilatan warna kuning khas Ferrari akan memancar keluar memenuhi konsol tengah seiring dengan mengaktifkannya sistem kendaraan secara berurutan.
















