Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pasang Bumper Besi di Mobil Harian Bisa Ganggu Sistem Airbag?
ilustrasi mobil offroad (pexels.com/Harvey Tan Villarino)
  • Pemasangan bumper besi dapat mengubah respons sensor benturan sehingga waktu pengembangan airbag tidak sesuai rancangan pabrikan dan menurunkan efektivitas perlindungan.
  • Mobil modern dirancang untuk menyerap energi benturan, namun bullbar membuat bagian depan lebih kaku dan bisa meningkatkan risiko cedera bagi penumpang maupun pejalan kaki.
  • Bullbar sebenarnya ditujukan untuk kendaraan di area ekstrem seperti tambang atau off-road, bukan mobil harian yang sudah memiliki sistem keselamatan terintegrasi dari pabrikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada orang pasang besi besar di depan mobil biar kelihatan kuat. Tapi kata orang pintar mobil, itu bisa bikin airbag jadi tidak bekerja pas tabrakan. Mobil sekarang sudah punya bagian depan yang bisa serap benturan supaya orang di dalam aman. Kalau pakai besi itu, mobil jadi keras dan bisa bahaya buat semua.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bumper besi atau bullbar kerap dipilih pemilik mobil yang ingin kendaraannya terlihat lebih tangguh. Tak sedikit pula yang menganggap aksesori ini mampu memberikan perlindungan tambahan saat terjadi benturan. Padahal, di balik tampilannya yang kokoh, ada sejumlah risiko yang sering luput dari perhatian.

Mobil modern sudah dibekali sistem keselamatan yang dirancang saling terhubung, mulai dari bumper depan, struktur bodi, hingga airbag. Perubahan pada salah satu komponen tersebut bisa memengaruhi cara sistem bekerja ketika kecelakaan terjadi. Lantas, benarkah memasang bumper besi di mobil harian dapat mengganggu sistem airbag?

1. Bumper besi bisa mengubah respons sistem airbag saat terjadi benturan

ilustrasi bumper besi (pexels.com/Ryan Lansdown)

Airbag tidak mengembang begitu saja ketika mobil mengalami tabrakan. Sistem ini mengandalkan sensor benturan yang sudah dikalibrasi sesuai desain bumper, struktur depan, dan karakter bodi kendaraan yang dibuat langsung oleh pabrikan. Seluruh komponen tersebut bekerja dalam hitungan milidetik agar airbag mengembang pada waktu yang tepat.

Pakar otomotif menjelaskan bahwa pemasangan bumper besi berpotensi mengubah karakter benturan yang diterima bagian depan mobil. Akibatnya, sensor dapat membaca benturan dengan respons yang berbeda dari rancangan awal. Dalam kondisi tertentu, hal ini bisa memengaruhi waktu pengembangan airbag sehingga perlindungan yang diberikan tidak lagi optimal.

2. Mobil modern dirancang menyerap benturan, bukan sekadar menahannya

ilustrasi bumper mobil (pexels.com/Erik Mclean)

Banyak orang beranggapan bagian depan mobil yang lebih keras berarti lebih aman. Nyatanya, pabrikan justru merancang area depan kendaraan agar mampu menyerap energi benturan sebelum diteruskan ke kabin. Cara kerja ini membantu mengurangi gaya benturan yang diterima pengemudi dan penumpang saat kecelakaan.

Ketika bullbar dipasang, karakter penyerapan benturan dapat berubah karena bagian depan mobil menjadi lebih kaku. Alhasil, energi tabrakan bisa diteruskan ke struktur kendaraan dengan pola yang berbeda dari perhitungan awal. Tak hanya itu, permukaan yang lebih keras juga berpotensi meningkatkan risiko cedera bagi pejalan kaki maupun pengendara sepeda motor apabila terjadi tabrakan.

3. Bullbar lebih cocok untuk kendaraan khusus daripada mobil harian

ilustrasi bumper mobil (unsplash.com/serjan midili)

Bullbar pada dasarnya bukan aksesori yang dibuat untuk kebutuhan mobil harian. Komponen ini lebih banyak digunakan pada kendaraan yang beroperasi di area perkebunan, pertambangan, atau jalur off-road karena berfungsi melindungi bagian depan dari benturan dengan ranting, semak, maupun rintangan lain. Lingkungan seperti itu tentu berbeda dengan kondisi jalan raya yang dilalui mobil penumpang setiap hari.

Karena itu, memasang bullbar di mobil harian sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan faktor estetika. Pabrikan telah merancang struktur depan kendaraan agar bekerja selaras dengan sistem keselamatan, termasuk sensor airbag dan area penyerap benturan. Jika penggunaannya tidak benar-benar diperlukan, mempertahankan desain standar bawaan pabrikan menjadi pilihan yang lebih bijak demi menjaga fungsi keselamatan tetap optimal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article