Pasar Mobil Listrik AS Lesu Imbas Pencabutan Insentif Pajak Federal

- Penghapusan insentif pajak federal membuat penjualan mobil listrik di AS anjlok hingga 41 persen, dengan pangsa pasar turun menjadi 5,1 persen dari total kendaraan baru.
- Tesla tetap memimpin pasar EV dengan pangsa 53,7 persen meski penjualan menurun, sementara merek lain seperti Ford dan Chevrolet mengalami penurunan tajam tanpa dukungan subsidi.
- Para analis menilai kondisi ini sebagai fase penyesuaian alami menuju pasar mobil listrik yang lebih mandiri, mendorong produsen berinovasi dan menekan biaya tanpa bantuan pemerintah.
Industri kendaraan listrik di Amerika Serikat tengah menghadapi tantangan berat setelah kebijakan insentif pajak federal resmi dihentikan pada akhir September tahun lalu. Penghapusan subsidi ini berdampak langsung pada daya beli konsumen yang sebelumnya sangat bergantung pada potongan harga pemerintah untuk beralih dari kendaraan konvensional ke tenaga baterai.
Data terbaru menunjukkan penurunan drastis dalam jumlah pendaftaran kendaraan listrik baru, yang menandakan fase penyesuaian tajam di pasar otomotif Negeri Paman Sam. Berdasarkan laporan dari Antara yang merujuk pada data S&P Global Mobility, penurunan ini mencerminkan perubahan preferensi konsumen yang mulai kembali melirik mobil berbahan bakar bensin dan varian hibrida.
1. Penurunan drastis pangsa pasar kendaraan listrik murni

Memasuki awal tahun 2026, tekanan terhadap sektor mobil listrik semakin nyata dengan angka pendaftaran yang merosot tajam. Pada Januari saja, hanya tercatat sekitar 59.802 unit mobil listrik baru, sebuah angka yang menunjukkan penurunan sebesar 41 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kondisi ini mengubah peta persaingan otomotif di Amerika Serikat secara signifikan dalam waktu singkat.
Pangsa pasar mobil listrik murni kini hanya menyentuh angka 5,1 persen dari total 1,2 juta kendaraan yang terdaftar, turun jauh dari angka 8,3 persen pada tahun lalu. Di tengah kelesuan ini, mobil berbahan bakar bensin justru memperkuat dominasinya dengan kenaikan pangsa pasar menjadi 76,6 persen. Sementara itu, mobil hybrid juga mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 14,7 persen, menjadi pilihan alternatif bagi konsumen yang menginginkan efisiensi namun belum siap sepenuhnya melepas ketergantungan pada bahan bakar fosil.
2. Dominasi Tesla dan nasib pabrikan otomotif besar lainnya

Meskipun pasar secara keseluruhan sedang lesu, Tesla tetap kokoh sebagai pemimpin pasar kendaraan listrik di Amerika Serikat. Sebanyak 32.123 unit Tesla terdaftar pada bulan Januari, yang meskipun secara volume turun 26 persen secara tahunan, namun pangsa pasar internalnya justru meningkat menjadi 53,7 persen. Posisi kedua ditempati oleh Cadillac dengan angka yang terpaut sangat jauh, yakni 3.189 unit, namun merek ini menjadi salah satu dari sedikit pabrikan yang masih mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 8,1 persen.
Kondisi sebaliknya dialami oleh raksasa otomotif lainnya yang harus berjuang keras menghadapi realita pasar tanpa subsidi. Hyundai mencatat penurunan penjualan sebesar 23 persen, terutama dipicu oleh melemahnya permintaan model Ioniq 5. Penurunan yang lebih menyakitkan dirasakan oleh Ford yang anjlok hingga 67 persen dan Chevrolet yang turun 55 persen. Di sisi lain, Toyota menunjukkan secercah harapan dengan pertumbuhan 25 persen, meskipun total volume penjualannya masih relatif kecil jika dibandingkan dengan para pesaing utamanya di sektor EV.
3. Fase penyesuaian menuju ekosistem pasar yang mandiri

Menanggapi fenomena ini, para ahli otomotif menilai bahwa apa yang terjadi saat ini adalah sebuah proses alami dalam siklus pasar. Karl Brauer, seorang analis eksekutif dari iSeeCars, menyebutkan bahwa pasar sedang berada dalam fase penyesuaian terhadap kondisi baru di mana ketergantungan terhadap peran pemerintah mulai dilepaskan. Hal ini menjadi ujian sesungguhnya bagi para produsen untuk menciptakan produk yang kompetitif secara harga tanpa bantuan insentif.
Analisis serupa datang dari Tom Libby dari S&P Global Mobility yang menyatakan bahwa perombakan ulang pasar ini kemungkinan akan berlangsung secara bertahap. Penurunan ini sudah diperkirakan sebelumnya dan menjadi momen bagi industri untuk melakukan kalibrasi strategi, baik dari segi biaya produksi maupun inovasi teknologi. Ke depannya, kemampuan pabrikan untuk menawarkan nilai tambah dan infrastruktur pendukung akan menjadi kunci utama dalam menarik kembali minat konsumen Amerika terhadap mobil listrik.


















