Comscore Tracker

Nostalgia Bus Tingkat, Pernah Menghiasi Jalanan Jakarta

Mulai dari Leyland hingga Volvo

Jakarta, IDN Times - Bus tingkat atau kerap disapa double decker ini pernah berlalu lalang di jalanan ibu kota, lho. Bukan sebagai bus pariwisata seperti saat ini, melainkan sebagai angkutan umum yang punya trayeknya sendiri.

Namun sayangnya kemacetan Jakarta yang semakin parah memaksa bus ini harus disuntik mati. Bagaimana kisah perjalanan bus tingkat selama mengaspal di ibu kota? Yuk, mari kita simak bersama.

1. Leyland yang datang langsung dari Inggris

Nostalgia Bus Tingkat, Pernah Menghiasi Jalanan Jakartabusklasik.wordpress.com/Bus tingkat Leyland Titan melintas di Semanggi tahun 1971

Bus tingkat di Jakarta pertama kali hadir pada tahun 1968. Saat itu didatangkan langsung Layland Titan generasi ketiga dari Inggris. Sekadar info, Leyland merupakan pabrikan bus yang dibentuk oleh James Sumner dan Henry Spurrier pada tahun 1907. Bus Leyland Titan ini unik karena mesinnya berada di depan dengan warna merah mencolok. Posisi kabin pengemudi berada di samping mesin, sedangkan pintu masuk penumpang berada di bagian kiri belakang, berdekatan dengan akses tangga di sebelah kanan.

Saat itu, bus ini melayani trayek Blok M - Salemba-Pasar Senen. Namun ada juga yang mengatakan jika bus ini juga melayani rute Blok M-Lapangan Banteng, sesuai dengan nomor trayek 14. Dengan tarif sekitar Rp500, bus tingkat Leyland pernah merajai jalanan Ibu Kota yang cenderung masih lenggang pada saat itu.

Baca Juga: Mengenang Bus Metromini, Sering Ugal-ugalan Tapi Ngangeni

2. Perannya digantikan oleh saudaranya, Leyland Atlantean

Nostalgia Bus Tingkat, Pernah Menghiasi Jalanan JakartaBus tingkat Leyland Atlantea (Pinterest)

Bus tingkat Leyland Titan beroperasi cukup lama hingga 14 tahun. Tahun 1982, perannya digantikan oleh saudara mudanya, Leyland Atlantean. Leyland Atlantean menjadi generasi kedua bus tingkat di Indonesia.

Bus ini juga didatangkan langsung dari Inggris dan beberapa unit merupakan hibah bekas pakai dari Singapura, dengan jumlah keseluruhan 108 unit. Bus ini menjadi standar Eropa pada masanya karena sudah mengadopsi teknologi power steering sehingga manuvernya semakin lincah.

Selain itu, bus ini juga sudah bisa membuka dan menutup pintu secara otomatis yang dikendalikan oleh pengemudi.

Leyland Atlantean menjadi pionir bus tingkat yang meletakan mesin di bagian belakang. Bus tingkat ini juga mampu menampung penumpang hingga 106 orang dalam satu kali jalan.

Namun sayangnya, mulai pertengahan 1990-an bus Atlantean mulai di-non aktifkan secara perlahan.  

3. Tidak hanya Leyland, Volvo juga pernah hadir sebagai bus tingkat

Nostalgia Bus Tingkat, Pernah Menghiasi Jalanan Jakartabuletindongwkwk.wordpress.com/Bus tingkat Volvo

Sekitar tahun 1981, Kementerian Perhubungan mendatangkan bus tingkat Volvo B55 Ailsa, bersamaan dengann hadirnya Leyland Atlantean. Proyek pengadaan bus ini terbilang cukup masif, terhitung ada 320 unit yang didatangkan pada tahun 1984.

Bus tingkat Volvo juga didatangkan dari Inggris dan karoserinya berasal dari Ailsa model Alexander generasi ketiga yang mampu menampung orang hingga 108 penumpang. Rute yang dilalui antara Blok M--Kota, Pasar Senen-Blok M, dan Cililitan-Kalideres.

4. Sudah tinggal kenangan

Nostalgia Bus Tingkat, Pernah Menghiasi Jalanan JakartaBus tingkat Leyland (perumppdofficial Facebook)

Operasi bus tingkat ini mulai dihentikan pada pertengahan tahun 1990-an karena usia armada yang mulai uzur. Selain faktor usia, biaya perawatan dan suku cadangnya pun cukup mahal.

Ditambah lagi dengan kemacetan yang mulai melanda Jakarta, sehingga manuver bus tingkat sudah tidak lagi sama seperti dulu. Pada akhirnya, bus tingkat ini semakin lambat dan tidak ada orang yang mau menaikinya.

Namun jangan khawatir. Bagi kamu yang ingin merasakan sensasinya, sekarang ini bus tingkat sudah dijadikan bus pariwisata yang mengelilingi kawasan tertentu di Jakarta seperti Monumen Nasional (Monas), Museum Nasional, Balai Kota, dan berbagai objek lainnya.

Baca Juga: Kisah Oplet di Ibu Kota, Ternyata Berasal dari Inggris!

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya