Fitur keselamatan modern pada mobil seperti kantong udara, sabuk pengaman, dan struktur zona benturan dirancang untuk meminimalkan risiko cedera fatal saat terjadi kecelakaan. Namun, mayoritas pengendara tidak menyadari bahwa efektivitas sistem perlindungan ini ternyata tidak bekerja secara adil bagi setiap jenis kelamin.
Berbagai riset keselamatan berkendara global mengungkap adanya kenyataan pahit mengenai standardisasi industri otomotif yang bias jender. Perempuan secara statistik memiliki risiko yang jauh lebih besar untuk mengalami cedera parah bahkan kematian dalam sebuah insiden tabrakan dibandingkan dengan pria.
Berikut adalah analisis ilmiah mengenai alasan di balik ketimpangan proteksi ini serta urgensi pembaruan regulasi keselamatan modern.
