Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Penyebab Ban Aus Sebelah, Wajib Tahu biar Awet dan Gak Boncos!
ilustrasi mengganti ban mobil (magnific.com/freepik)
  • Ban aus sebelah bisa menurunkan traksi, memperpanjang jarak pengereman, dan memperpendek umur ban sehingga perlu dicek rutin demi keselamatan berkendara.
  • Penyebab utama keausan tidak merata meliputi tekanan angin rendah, camber tidak sesuai standar pabrik, serta komponen suspensi yang longgar.
  • Penambalan ban yang buruk atau benturan keras dapat menimbulkan tonjolan di tapak ban yang menyebabkan keausan lokal dan risiko pecah saat digunakan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu melihat telapak ban mobil yang aus tidak merata hanya di satu sisi? Kondisi ini bukan cuma bikin penampilan mobil kurang sedap, tapi juga bahaya untuk keselamatan berkendara. Ban yang aus sebelah bisa mengurangi traksi saat jalan basah dan memperpanjang jarak pengereman.

Jika dibiarkan, umur ban jadi lebih pendek dan kamu harus keluar uang lebih cepat untuk menggantinya. Masalah ini sering diabaikan pengemudi sampai ban benar-benar botak atau pecah di jalan. Maka dari itu, kenali 4 penyebab utamanya sekarang sebelum kecelakaan datang!

1. Tekanan angin ban terlalu rendah menyebabkan keausan pada kedua sisi luar ban

mengisi tekanan angin ban (magnific.com/teksomolika)

Ban yang kekurangan angin membuat area tapak sisi luar menekan aspal lebih keras dari bagian tengah. Kondisi ini terjadi karena dinding ban melengkung ke dalam, sehingga beban mobil tertumpu pada bahu ban. Akibatnya, kedua tepi ban aus lebih cepat sementara bagian tengahnya masih tebal.

Selain itu, ban dengan tekanan rendah juga meningkatkan gesekan dan panas berlebih di permukaan aspal. Panas ini bisa merusak struktur karet dan membuat ban lebih mudah pecah saat kecepatan tinggi. Selalu cek tekanan angin setiap dua minggu sekali menggunakan alat ukur yang akurat.

2. Camber tidak sesuai standar pabrik bikin ban aus sebelah

ilustrasi mengganti ban mobil (magnific.com/standret)

Camber negatif berlebihan membuat bagian dalam ban menyentuh jalan lebih dominan daripada sisi luarnya. Sebaliknya, camber positif yang terlalu besar akan menggerus sisi luar ban secara cepat. Kesalahan sudut ini biasanya berasal dari suspensi yang bengkok atau komponen lower arm yang aus.

Masalah ini tidak bisa dideteksi hanya dengan mata telanjang tanpa alat spooring profesional. Bengkel spesialis kaki-kaki mobil perlu melakukan pengukuran ulang dan penyetelan sudut camber ke angka pabrikan. Setelah disetel, ban pun kembali berputar dengan bidang tapak rata sempurna.

3. Komponen suspensi yang longgar menyebabkan gerakan ban tidak stabil saat mobil melaju

ilustrasi mengganti ban mobil (magnific.com/freepik)

Ball jointbushing arm, atau tie rod yang renggang membuat ban goyang kiri-kanan meski setir lurus. Gerakan mikro ini terus-menerus menggesekkan tapak ban ke jalan dengan arah yang tidak konsisten. Keausan pun terjadi tidak merata, kadang di sisi dalam, kadang di sisi luar tanpa pola jelas.

Gejala lain dari suspensi longgar adalah suara kretek-kretek saat melewati polisi tidur. Jika dibiarkan, kondisi ini tidak hanya merusak ban tetapi juga membahayakan stabilitas mobil saat ngerem mendadak. Segera ganti komponen suspensi yang sudah menunjukkan keausan atau kelonggaran berlebih.

4. Ban yang pernah ditambal buruk, menimbulkan tonjolan dan keausan tidak merata

ilustrasi mengganti ban mobil (magnific.com/senivpetro)

Teknik penambalan yang salah, misalnya hanya menggunakan sumpit karet tanpa tambalan dalam, membuat struktur ban lemah di area tembus. Tekanan udara kemudian mendorong keluar lapisan dalam ban hingga terbentuk tonjolan kecil di tapak. Tonjolan ini akan aus lebih cepat karena selalu bergesekan lebih keras daripada area ban lainnya.

Tonjolan juga bisa disebabkan oleh benturan keras yang merusak lapisan karkas tanpa sobek luar. Keausan lokal ini sulit dikenali tanpa meraba permukaan ban secara perlahan. Ganti ban jika kamu menemukan tonjolan atau benjolan di dinding atau tapak ban.

Nah, sekarang kamu udah tahu kan kalau ban aus sebelah itu bukan cuma karena faktor jalan doang. Coba deh sesekali perhatikan kondisi ban mobil, cek angin, dan kalau perlu spooring rutin. Soalnya mencegah lebih murah daripada ganti ban baru atau malah celaka di jalan, bro!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAgsa Tian

Related Article