De Djawatan (IDN Times/Fauzan)
Setibanya di Banyuwangi, kami menyempatkan diri melipir ke De Djawatan. Hutan satu ini sering disebut sebagai "Hutan Lord of the Rings" karena pepohonan besar yang menciptakan suasana magis dan mistis. Bukan istilah yang berlebihan karena De Jawatan memang menawarkan keindahan pepohonan yang gak akan kamu temukan di tempat lain.
Oya, De Djawatan berlokasi di Kecamatan Cluring, sekitar 30 km dari pusat kota Banyuwangi. Kalau naik mobil, waktu tempuhnya hanya sekitar setengah jam saja. Karena itu sayang kalau ke Banyuwangi tapi tidak mampir ke hutan satu ini.
Daya tarik utama De Djawatan sejatinya adalah pepohonan trembesi tua (Samanea saman) yang diselimuti lumut hijau, memberikan kesan alami yang menyejukkan. Selain Trembesi, terdapat juga beberapa jenis pohon lain, seperti Akasia dan Jati yang ikut memperindah lanskap hutan.
Trembesi sendiri dikenal sebagai pohon dengan kanopi lebar yang mampu menyerap karbon dioksida dalam jumlah besar, menjadikannya sebagai paru-paru alami di daerah tersebut. Karena itu suasana di sekitar De Jawatan terasa begitu segar dan sejuk, kontras sekali dengan Kota Banyuwangi yang sangat terik dan panas.
Waktu terbaik untuk datang ke tempat ini adalah pagi atau sore hari, di mana cahaya matahari menembus celah dedaunan, menciptakan efek dramatis yang sangat fotogenik. Selain itu juga ada kereta kuda yang bisa kamu sewa keliling hutan. Berfoto di atas kereta kuda dengan dikelilingi pepohonan Trembesi yang rapat menjulang, sudah pasti akan sangat instagramble.
Setelah melepas lelah di De Djawatan, kami pun sempat berbincang dengan seorang petani dan penjual pupuk di Banyuwangi mengenai distribusi dan ketersediaan pupuk di sana. Menariknya, pendistribusian pupuk ke petani kini sudah berbasis aplikasi, lho. Untung lengkapnya, kamu bisa menyaksikan video di bawah ini, ya!
Program Jalan Pulang 2025 Anyer-Banyuwangi via Pansela ini dipersembahkan oleh Pupuk Indonesia Holding Company, Makmur Bersama Indonesia."