4 Risiko Membeli Motor Bekas Tanpa Dokumen Lengkap

- Risiko terjerat masalah hukumMotor bekas tanpa dokumen lengkap berpotensi berasal dari tindak pidana, seperti pencurian atau penggelapan. Pemilik akan dimintai keterangan oleh pihak berwenang dan menghadapi proses hukum.
- Sulit mengurus pajak dan administrasiPemilik motor akan kesulitan membayar pajak tahunan atau melakukan perpanjangan STNK tanpa dokumen resmi. Identitas kendaraan tetap tercatat atas nama pemilik lama.
- Nilai jual kembali menjadi sangat rendahMotor tanpa dokumen lengkap memiliki nilai jual yang rendah. Calon pembeli mudah merasa ragu karena risiko yang mungkin mereka hadapi jika membeli motor dengan dokumen tidak lengkap.
Membeli motor bekas sering menjadi pilihan Karena harganya yang lebih terjangkau jika dibandingkan membeli motor baru. Namun, di balik harganya yang murah tersimpan risiko besar apabila motor tidak dilengkapi dengan dokumen pendukung.
Dokumen seperti STNK dan BPKB bukan hanya sebagai pelengkap administratif saja, namun juga bukti legalitas dari kendaraan yang kamu beli, bahkan untuk motor bekas sekalipun. Simaklah beberapa risiko berikut ini yang mungkin muncul apabila Kamu nekat membeli motor bekas Tanpa dokumen lengkap.
1. Risiko terjerat masalah hukum

Motor bekas tanpa dokumen lengkap biasanya sangat berpotensi berasal dari hasil tindak pidana, seperti pencurian atau bahkan penggelapan. Jika suatu saat motor tersebut terindikasi bermasalah, maka biasanya pemilik terakhir tetap akan dimintai keterangan oleh pihak berwenang.
Kondisi ini tentu akan sangat merugikan karena pemilik harus menghadapi proses hukum, meski membeli motor tersebut dengan itikad dan juga proses yang baik. Waktu, tenaga, dan biaya jadi ikut terkuras hanya untuk membuktikan kepemilikan yang dinilai sah secara hukum.
2. Sulit mengurus pajak dan administrasi

Tanpa dokumen yang resmi, biasanya pemilik motor akan mengalami kesulitan pada saat akan membayar pajak tahunan atau melakukan perpanjangan STNK. Hal ini dapat menyebabkan motor tidak memiliki status yang legal untuk digunakan berkendara di jalan raya.
Proses balik nama tidak bisa dilakukan tanpa adanya dokumen pelengkap yang legal, sehingga hal ini jelas dapat menyulitkanmu. Akibat dari hal ini akan membuat identitas kendaraan jadi tetap tercatat atas nama pemilik lama dan berpotensi menimbulkan berbagai masalah administratif di masa depan.
3. Nilai jual kembali menjadi sangat rendah

Motor tanpa dokumen lengkap ternyata memiliki nilai jual yang jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan motor yang memiliki surat-surat resmi. Calon pembeli pada umumnya akan mudah merasa ragu karena menyadari risiko yang mungkin saja akan mereka hadapi jika nekat membeli motor dengan dokumen yang tidak lengkap.
Kondisi yang satu ini jelas akan membuat pemilik mengalami kesulitan untuk menjual kembali motor tersebut, meski kondisi fisiknya sebetulnya masih baik. Jika pun motor terjual, maka biasanya harga yang diperoleh akan jauh berada di bawah harga pasar dan hal ini jelas akan menimbulkan kerugian secara finansial.
4. Risiko denda dan penyitaan kendaraan

Mengendarai motor tanpa dilengkapi dengan dokumen lengkap jelas dianggap melanggar peraturan lalu lintas yang berlaku. Jika sampai terjaring razia, maka pengendara harus dikenakan denda sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Pada kasus tertentu, kendaraan bisa saja disita oleh pihak berwenang hingga dokumen yang sah dapat ditunjukkan sebagai bukti kepemilikannya. Situasi ini tentu saja akan menyulitkan dan dapat menambah beban biaya dan waktu bagi pemilik motor.
Membeli motor bekas tanpa dokumen lengkap memang terlihat menguntungkan dari sisi harga, namun risikonya jauh lebih besar. Untuk menghindari masalah hukum dan kerugian jangka panjang, maka sebaiknya kamu dapat lebih cermat dalam memeriksa kelengkapan dokumen dari kendaraanmu. Harus lebih cermat dalam memilih motor bekas dan jangan tergiur dengan harga yang murah dari pasaran.


















