Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Salah Pilih Oktan Bensin: Pemicu Knalpot Mobil Cepat Berkarat
Ilustrasi knalpot mobil. (Pixabay.com/Alexei_other)
  • Pemilihan oktan bensin yang tidak sesuai spesifikasi mesin menyebabkan pembakaran tidak sempurna, menghasilkan senyawa asam korosif yang mempercepat karat pada dinding knalpot.
  • Endapan karbon akibat pembakaran tidak tuntas menumpuk di pipa knalpot, menyerap kelembapan dan menciptakan kondisi lembap-asam yang mempercepat proses oksidasi logam.
  • Kerusakan catalytic converter akibat salah oktan membuat gas buang asam mengalir bebas, merusak tabung peredam suara dan memicu kebocoran serta karat dari dalam knalpot.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Orang-orang kadang isi bensin mobilnya salah. Kalau bensinnya tidak cocok, mesin mobil bakarnya jadi jelek. Dari situ keluar gas kotor yang bisa bikin pipa knalpot berkarat cepat. Di dalam pipa juga ada jelaga hitam dan air yang bikin besinya rusak. Lama-lama knalpot bisa bolong dan rusak banget.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pemilihan jenis bahan bakar minyak untuk kendaraan roda empat sering kali hanya dikaitkan dengan faktor performa mesin dan efisiensi pengeluaran bulanan. Banyak pemilik kendaraan yang beranggapan bahwa menggunakan bensin dengan angka oktan yang tidak sesuai spesifikasi pabrikan hanya akan membuat tarikan mobil menjadi agak berat. Pandangan tersebut kurang tepat karena efek salah memilih kadar oktan ternyata dapat merembet hingga merusak komponen eksterior kendaraan.

Salah satu komponen yang paling sering menjadi korban tersembunyi dari kekeliruan memilih nilai oktan bensin adalah sistem saluran pembuangan gas atau knalpot. Saluran besi yang berfungsi mengalirkan sisa pembakaran ini dapat mengalami kerusakan fisik yang parah dari arah dalam. Ada proses kimiawi merugikan yang terjadi di dalam ruang bakar yang pada akhirnya memicu munculnya karat pada pipa knalpot secara cepat.

1. Pembakaran yang tidak sempurna menghasilkan senyawa asam korosif

ilustrasi knalpot mobil (pixabay.com/webandi)

Setiap mesin mobil modern telah dirancang dengan rasio kompresi tertentu yang membutuhkan kadar oktan bensin yang spesifik agar dapat terbakar dengan sempurna. Ketika mobil berkompresi tinggi dipaksa menelan bensin beroktan rendah, atau sebaliknya, kecepatan rambat api di dalam silinder menjadi tidak ideal. Kondisi ini menyebabkan proses pembakaran bahan bakar menjadi tidak tuntas dan menyisakan banyak zat kimia aktif yang tidak terbakar.

Sisa pembakaran yang tidak sempurna tersebut mengandung campuran senyawa sulfur, nitrogen oksida, dan uap air dalam konsentrasi yang cukup tinggi. Ketika gas buang yang kotor ini mengalir melewati saluran pipa pembuangan, senyawa-senyawa tersebut akan mengalami penurunan suhu dan mengembun di dinding knalpot. Embunan cairan ini memiliki tingkat keasaman yang sangat tinggi, sehingga bertindak sebagai zat korosif yang langsung menyerang lapisan logam knalpot.

2. Penumpukan endapan karbon yang mengikat kelembapan di dalam pipa

ilustrasi seorang teknisi sedang memperbaiki kaki-kaki mobil (pexels.com/Malte Luk)

Efek lanjutan dari ketidaksesuaian kadar oktan bensin adalah munculnya jelaga hitam atau kerak karbon yang menebal di sepanjang jalur knalpot. Jelaga ini terbentuk karena molekul bensin gagal diubah sepenuhnya menjadi energi, sehingga partikel padatnya ikut terdorong keluar bersama gas buang. Kerak hitam yang menempel pada dinding bagian dalam knalpot lambat laun akan menciptakan lapisan yang tebal dan berpori.

Lapisan kerak karbon yang berpori ini memiliki sifat seperti spons yang sangat mudah mengikat uap air sisa pembakaran maupun air dari lingkungan luar. Kelembapan yang terperangkap di dalam struktur kerak karbon akan membuat permukaan besi knalpot selalu berada dalam kondisi basah dan asam. Proses oksidasi pada material logam pun akan berjalan tanpa henti di bawah lapisan kerak tersebut, memicu karat yang menggerogoti besi hingga keropos.

3. Kerusakan katalisator gas buang yang mempercepat pembusukan logam

ilustrasi bengkel tempat servis kaki-kaki mobil (pexels.com/cottonbro studio)

Kekeliruan dalam menentukan oktan bensin juga dapat merusak komponen penyaring polusi di dalam knalpot yang disebut dengan catalytic converter. Komponen sensitif ini dapat tersumbat oleh tumpukan jelaga karbon atau rusak akibat paparan suhu gas buang yang terlalu panas akibat pembakaran yang terlambat. Jika penyaring ini sudah rusak, kemampuan knalpot untuk menstabilkan suhu dan menyaring zat kimia berbahaya akan hilang sepenuhnya.

Gas buang yang bersifat sangat asam akan mengalir bebas tanpa hambatan dan langsung merusak bagian tabung peredam suara atau muffler bagian belakang. Tabung belakang ini merupakan area yang paling dingin, sehingga menjadi tempat berkumpulnya air asam yang gagal terbuang keluar akibat penyumbatan. Air asam yang menggenang di dalam tabung knalpot inilah yang menjadi penyebab utama mengapa knalpot mobil bisa bocor dan berkarat dari dalam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article