Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sensor Oksigen Sering Rusak, Akibat Sisa Emisi Bensin Subsidi?
ilustrasi mesin mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)
  • Sensor oksigen berperan penting dalam mengatur semprotan bensin, namun sering rusak dini akibat penggunaan bahan bakar beroktan rendah seperti pertalite.
  • Pembakaran tidak sempurna dari pertalite memicu terbentuknya jelaga karbon yang menutupi elemen sensor, menyebabkan kebutaan sensor dan data pembacaan menjadi kacau.
  • Kegagalan sensor memicu lampu check engine menyala, dan solusi terbaik adalah pembersihan sensor serta penggunaan bahan bakar beroktan lebih tinggi seperti pertamax.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak mobil rusak karena alat kecil di knalpotnya kotor. Alat itu namanya sensor oksigen, tugasnya bantu mesin tahu berapa banyak bensin yang perlu dipakai. Kalau orang isi bensin yang murah, katanya bisa bikin alat itu cepat rusak karena ada jelaga hitam nempel. Kalau rusak, lampu mesin nyala dan mobil jadi berat jalannya. Sekarang orang disuruh pakai bensin yang lebih bagus supaya alatnya nggak cepat kotor lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Komponen sensor oksigen yang terpasang pada pipa saluran pembuangan knalpot memegang peran yang sangat vital dalam sistem manajemen mesin modern. Tugas utamanya adalah mendeteksi kadar oksigen sisa pembakaran guna memberikan data akurat kepada komputer mobil untuk mengatur volume semprotan bensin selanjutnya.

Namun, komponen sensitif ini sering kali mengalami kerusakan dini sebelum masa pakai idealnya habis akibat faktor kualitas bahan bakar. Penggunaan bahan bakar minyak dengan oktan rendah seperti pertalite menjadi salah satu pemicu utama yang mempercepat kelumpuhan fungsi sensor penting ini.

1. Mekanisme pembentukan jelaga hitam tebal akibat pembakaran yang tidak sempurna

Ilustrasi Mesin Mobil (pexels.com/GeorgeSultan

Penggunaan pertalite pada kendaraan dengan spesifikasi mesin modern berkompresi tinggi sering kali memicu ketidakstabilan sirkulasi ruang bakar. Karakteristik bensin oktan sembilan puluh yang lebih mudah meledak sebelum waktunya membuat proses pembakaran menjadi tidak homogen dan tidak tuntas. Akibatnya, ada sebagian partikel hidrokarbon yang gagal diubah menjadi energi gerak dan menyisakan limbah kimia padat.

Sisa pembakaran yang buruk tersebut akan berubah menjadi jelaga hitam pekat atau kerak karbon yang mengalir keluar menuju pipa knalpot. Karena posisi sensor oksigen berada langsung di jalur aliran gas buang, partikel jelaga ini secara perlahan akan menempel pada selongsong pelindung sensor. Lamanya akumulasi kotoran ini akan membuat ujung sensor diselimuti oleh lapisan karbon tebal yang mengeras akibat paparan suhu panas knalpot.

2. Fenomena kebutaan elemen sensor akibat sumbatan kerak karbon sisa emisi

ilustrasi mesin mobil (pexels.com/pixabay)

Lapisan jelaga hitam yang menebal pada akhirnya akan menutup pori-pori elemen keramik zirkonium yang tertanam di dalam sirkuit sensor oksigen. Kondisi ini membuat sensor kehilangan kemampuan sensitivitasnya dalam membaca parameter kandungan zat kimia pada gas buang secara aktual. Istilah kebutaan sensor ini terjadi karena aliran gas buang tidak lagi dapat menyentuh bagian platinum aktif yang berada di dalam komponen.

Akibat dari penyumbatan mekanis ini, sensor akan mengirimkan data tiruan atau sinyal voltase yang statis dan kacau menuju electronic control unit. Komputer mobil yang menerima data eror tersebut tidak akan mampu menentukan apakah campuran bahan bakar di dalam mesin terlalu kurus atau terlalu kaya. Ketidakpastian sirkulasi data ini membuat sistem pasokan bensin menjadi tidak efisien dan membuat tarikan mobil terasa sangat berat.

3. Pemicu aktifnya lampu indikator check engine dan solusi penanganannya

ilustrasi lampu check engine (pexels.com/introspectivedsgn)

Kegagalan fungsi pembacaan yang berlangsung terus-menerus akan dibaca oleh komputer kendaraan sebagai suatu bentuk malafungsi sistem yang serius. Sebagai langkah peringatan dini, sistem komputer akan langsung mengaktifkan lampu indikator check engine pada papan instrumen dasbor pengemudi. Kemunculan logo mesin berwarna kuning ini menjadi tanda mutlak bahwa emisi gas buang kendaraan sudah melebihi ambang batas toleransi lingkungan.

Untuk mengatasi masalah kebutaan sensor ini, komponen harus dilepas dari pipa knalpot untuk diperiksa tingkat ketebalan kerak karbonnya. Jika lapisan jelaga belum merusak elemen platinum bagian dalam, pembersihan menggunakan cairan khusus penembak karbon dapat menjadi solusi darurat. Namun, beralih ke jenis bahan bakar beroktan lebih tinggi seperti pertamax merupakan langkah pencegahan paling efektif agar ujung sensor selalu bersih dari endapan jelaga berbahaya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article