Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Penyebab Paha Kram Saat Naik Motor, Tak Melulu Karena Capek

5 Penyebab Paha Kram Saat Naik Motor, Tak Melulu Karena Capek
ilustrasi mengendarai motor (unsplash.com/Sadiq Nafae)
Intinya Sih
  • Kram paha saat naik motor bisa terjadi karena aliran darah ke otot berkurang akibat posisi tubuh yang statis terlalu lama selama perjalanan.
  • Dehidrasi dan kurangnya asupan mineral seperti kalium, magnesium, serta kalsium dapat mengganggu fungsi otot sehingga meningkatkan risiko kram.
  • Postur berkendara yang tidak sesuai dan otot yang jarang dilatih membuat paha cepat lelah, namun peregangan ringan sebelum perjalanan bisa membantu mencegah kram.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Paha yang tiba-tiba kram saat naik motor bisa bikin perjalanan terasa menyiksa. Rasa nyeri biasanya muncul tanpa peringatan, lalu membuat kaki sulit digerakkan untuk beberapa saat. Banyak pengendara menganggap hal ini terjadi karena kelelahan, padahal penyebabnya bisa lebih kompleks dari itu.

Kram sendiri merupakan kondisi ketika otot berkontraksi secara tidak normal dan sulit rileks. Saat terjadi di atas motor, situasinya tentu lebih merepotkan karena dapat mengurangi kenyamanan bahkan mengganggu fokus berkendara. Nah, berikut beberapa penyebab yang sering menjadi pemicunya.

1. Kurangnya pergerakan membuat aliran darah ke otot berkurang

ilustrasi mengendarai motor (unsplash.com/Bence Halmosi)
ilustrasi mengendarai motor (unsplash.com/Bence Halmosi)

Saat menempuh perjalanan jauh, posisi tubuh cenderung tak banyak berubah. Otot paha terus bekerja untuk menjaga posisi kaki, sementara ruang geraknya sangat terbatas. Kondisi ini membuat otot berada dalam ketegangan ringan dalam waktu lama.

Aliran darah yang kurang lancar dapat membuat pasokan oksigen ke otot menurun. Akibatnya, otot lebih cepat lelah dan rentan mengalami kejang. Tak heran, kram sering muncul setelah berkendara berjam-jam tanpa jeda istirahat.

2. Tubuh kekurangan cairan saat berkendara di cuaca panas

ilustrasi pengendara motor yang sedang touring (pexels.com/Nishant Aneja)
ilustrasi pengendara motor yang sedang touring (pexels.com/Nishant Aneja)

Banyak pengendara tidak menyadari bahwa tubuh tetap kehilangan cairan meski hanya duduk di atas motor. Paparan panas matahari dan angin membuat proses penguapan keringat berlangsung terus-menerus selama perjalanan.

Ketika tubuh mulai mengalami dehidrasi, fungsi otot ikut terganggu. Proses kontraksi dan relaksasi menjadi tak seimbang sehingga risiko kram meningkat. Alhasil, paha bisa terasa kaku atau mendadak nyeri meski perjalanan belum terlalu jauh.

3. Asupan mineral yang kurang bisa mempengaruhi kerja otot

Ilustrasi air mineral kemasan (freepik.com/victor217)
Ilustrasi air mineral kemasan (freepik.com/victor217)

Selain air, otot membutuhkan mineral seperti kalium, magnesium, dan kalsium agar dapat bekerja normal. Ketiga mineral tersebut berperan menjaga komunikasi antara saraf dan jaringan otot.

Pola makan yang kurang seimbang dapat membuat cadangan mineral dalam tubuh berkurang. Jika kondisi ini berlangsung cukup lama, otot menjadi lebih sensitif terhadap kelelahan. Kram pun lebih mudah muncul, terutama ketika tubuh dipaksa berkendara dalam durasi panjang.

4. Posisi berkendara yang tidak sesuai postur tubuh

ilustrasi mengendarai motor
ilustrasi mengendarai motor (pixabay.com/Eidynica)

Setiap motor menawarkan ergonomi yang berbeda. Ada motor yang membuat lutut terlalu menekuk, sementara model lain justru membuat kaki terlalu lurus. Jika posisi tersebut tidak cocok dengan postur tubuh pengendara, otot paha akan bekerja lebih keras untuk beradaptasi.

Masalah ini cukup sering dialami oleh pengendara bertubuh tinggi yang menggunakan motor berukuran kecil. Tekanan pada otot paha terjadi secara terus-menerus selama perjalanan. Kendati begitu, banyak orang baru menyadarinya setelah kram atau pegal mulai muncul.

5. Kondisi otot yang kurang terlatih membuat kram lebih mudah terjadi

Ilustrasi getaran mesin motor (pexels.com/Nandu Vasudevan)
Ilustrasi getaran mesin motor (pexels.com/Nandu Vasudevan)

Otot yang jarang digunakan untuk aktivitas fisik umumnya lebih cepat lelah dibandingkan otot yang rutin dilatih. Pasalnya, daya tahan dan fleksibilitasnya cenderung lebih rendah saat menerima beban dalam waktu lama.

Peregangan ringan sebelum perjalanan jauh bisa membantu mengurangi risiko tersebut. Cara sederhana ini membuat otot lebih siap menghadapi posisi duduk yang relatif statis. Nyatanya, kebiasaan kecil seperti pemanasan sering kali lebih efektif daripada yang dibayangkan banyak pengendara.

Kram pada paha bisa muncul karena berbagai faktor, mulai dari kebiasaan berkendara hingga kondisi tubuh itu sendiri. Kabar baiknya, sebagian besar penyebab tersebut dapat dicegah melalui langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Jadi, jangan tunggu sampai kram datang mengganggu perjalanan berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More