Sering Dianggap Sepele, Ini Kesalahan Pengemudi Pemula!

- Terlalu fokus pada pedal, lupa membaca kondisi jalanPengemudi pemula sering terlalu sibuk mengatur gas dan rem, sehingga kurang memperhatikan kondisi sekitar. Fokus yang terpecah membuat respons terhadap situasi mendadak menjadi lebih lambat.
- Menginjak rem terlalu sering dan mendadakBanyak pemula cenderung sering menginjak rem, bahkan saat tidak diperlukan. Mengatur jarak aman dan mengantisipasi kondisi jalan membantu mengurangi pengereman mendadak.
- Tidak peka terhadap suara dan getaran mobilMobil sering memberikan “bahasa” melalui suara atau getaran halus. Suara aneh bisa menjadi tanda awal masalah. Semakin cepat
Bagi pengemudi pemula, menguasai mobil bukan hanya soal bisa mengemudi lurus atau parkir dengan rapi. Banyak kebiasaan kecil yang terbentuk sejak awal justru berpengaruh besar pada kondisi mobil dan keselamatan berkendara.
Kesalahan ini sering dianggap wajar karena mobil masih bisa digunakan. Padahal, jika dilakukan terus-menerus, dampaknya bisa merugikan dalam jangka panjang.
1. Terlalu fokus pada pedal, lupa membaca kondisi jalan

Pengemudi pemula sering terlalu sibuk mengatur gas dan rem, sehingga kurang memperhatikan kondisi sekitar. Fokus yang terpecah membuat respons terhadap situasi mendadak menjadi lebih lambat.
Padahal, membaca arah lalu lintas, pergerakan kendaraan lain, dan kondisi jalan adalah kunci berkendara aman. Semakin terbiasa melihat jauh ke depan, semakin halus pula cara mengemudi.
2. Menginjak rem terlalu sering dan mendadak

Karena belum percaya diri, banyak pemula cenderung sering menginjak rem, bahkan saat tidak diperlukan. Akibatnya, laju mobil tidak stabil dan kampas rem lebih cepat aus. Mengatur jarak aman dan mengantisipasi kondisi jalan membantu mengurangi pengereman mendadak. Selain lebih nyaman, mobil juga menjadi lebih awet.
3. Tidak peka terhadap suara dan getaran mobil

Mobil sering memberikan “bahasa” melalui suara atau getaran halus. Sayangnya, pengemudi pemula kerap mengabaikannya karena belum terbiasa. Padahal, suara aneh bisa menjadi tanda awal masalah. Semakin cepat disadari, semakin kecil risiko kerusakan besar.
4. Terbiasa memutar setir sampai mentok

Saat parkir atau bermanuver sempit, setir sering diputar hingga mentok dan ditahan. Kebiasaan ini memberi tekanan besar pada sistem kemudi.
Jika dilakukan berulang, komponen power steering bisa lebih cepat aus. Memutar setir secukupnya dan tidak menahannya terlalu lama adalah kebiasaan yang lebih aman.
5. Menganggap servis hanya soal ganti oli

Banyak pemula mengira perawatan mobil cukup dengan ganti oli rutin. Padahal, pemeriksaan lain seperti rem, ban, dan kaki-kaki sama pentingnya. Pemahaman ini perlu dibangun sejak awal agar mobil tetap dalam kondisi optimal dan aman digunakan.
Kesalahan pengemudi pemula adalah hal yang wajar, tetapi tidak seharusnya dibiarkan terus berulang. Dengan kesadaran dan kebiasaan yang tepat sejak awal, berkendara menjadi lebih aman, nyaman, dan mobil pun lebih terawat.


















