Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rolls-Royce Bakal Produksi SUV Listrik!

Foto patung Spirit Of ecstacy pada ujung kap mobil Rolls-Royce. (pexels.com/Mike Bird)
Foto patung Spirit Of ecstacy pada ujung kap mobil Rolls-Royce. (pexels.com/Mike Bird)
Intinya sih...
  • Transformasi desain dan performa motor listrik ganda
    • Rolls-Royce menghadirkan SUV listrik dengan desain klasik yang tetap mempertahankan identitasnya
    • SUV ini akan memiliki dua motor listrik yang mampu menyemburkan tenaga hingga 430 kW dengan torsi mencapai 900 Nm
    • Dengan baterai berkapasitas 102 kWh, mobil ini diproyeksikan memiliki jarak tempuh mencapai 555 km
    • Integrasi teknologi canggih dari grup BMW
      • Rolls-Royce dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi dari Grup BMW untuk mendongkrak jarak tempuh hingga 805 km dalam sekali
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kabar mengejutkan datang dari jagat otomotif kelas atas mengenai kemunculan purwarupa SUV elektrik Rolls-Royce yang tertangkap kamera sedang menjalani pengujian di Skandinavia. Kendaraan yang masih berselimut kamuflase tersebut memperlihatkan proporsi gagah yang menyerupai model ikonik Cullinan, namun dengan sentuhan desain lampu LED yang lebih segar.

Langkah berani ini mempertegas komitmen produsen asal Inggris tersebut untuk bertransformasi penuh menuju energi bersih. Kehadiran SUV bertenaga baterai ini diharapkan mampu mendefinisikan ulang standar kemewahan tanpa emisi bagi para konglomerat dunia yang menginginkan kenyamanan tanpa suara mesin konvensional.

1. Transformasi desain dan performa motor listrik ganda

Mobil Rolls-Royce (Pexels/paashuu)
Mobil Rolls-Royce (Pexels/paashuu)

Meskipun masih dalam tahap pra-produksi, detail visual dari kendaraan uji tersebut menunjukkan arah desain masa depan Rolls-Royce yang tetap mempertahankan identitas klasiknya. Garis bodi yang tegas serta kehadiran lampu depan dan belakang dengan teknologi LED terbaru menjadi pembeda utama dari varian bermesin bensin. Proporsi yang luas mengisyaratkan bahwa ruang kabin akan tetap menjadi prioritas utama untuk menjamin kenyamanan penumpang.

Secara teknis, SUV elektrik pertama ini diprediksi akan mengadopsi spesifikasi yang setara dengan sedan coupe Spectre yang telah lebih dulu meluncur. Jantung pacunya diperkirakan berasal dari dua motor listrik yang mampu menyemburkan tenaga hingga 430 kW dengan torsi melimpah mencapai 900 Nm. Dengan sokongan baterai berkapasitas 102 kWh, mobil ini diproyeksikan memiliki jarak tempuh mencapai 555 km berdasarkan standar WLTP Eropa, memberikan keseimbangan antara performa liar dan daya jelajah yang mumpuni.

2. Integrasi teknologi canggih dari grup BMW

Mobil Rolls-Royce (Pexels/Suzanne Prinsloo)
Mobil Rolls-Royce (Pexels/Suzanne Prinsloo)

Selain mengandalkan basis mandiri, Rolls-Royce juga memiliki peluang besar untuk memanfaatkan kecanggihan teknologi dari Grup BMW. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa komponen elektrik dari generasi terbaru iX3 bisa saja disematkan pada SUV mewah ini. Jika hal tersebut terealisasi, kapasitas baterai yang lebih besar yakni 108,7 kWh berpotensi mendongkrak jarak tempuh hingga angka fantastis 805 km dalam sekali pengisian daya.

Pemanfaatan platform berbagi teknologi ini akan menjamin stabilitas berkendara dan sistem manajemen energi yang lebih efisien. Meskipun tenaganya mungkin disesuaikan menjadi sekitar 345 kW untuk karakter berkendara yang lebih lembut khas Rolls-Royce, efisiensi yang ditawarkan akan menjadi nilai jual utama di tengah ketatnya regulasi emisi global. Hal ini menunjukkan bahwa kemewahan tidak lagi harus mengorbankan keberlangsungan lingkungan.

3. Visi nol emisi 2030 dan proyeksi harga fantastis

Mobil Rolls-Royce (Pexels/Ivan Vi)
Mobil Rolls-Royce (Pexels/Ivan Vi)

Proyek SUV elektrik ini merupakan bagian dari peta jalan besar Rolls-Royce untuk menghentikan produksi kendaraan bermesin pembakaran internal sepenuhnya pada akhir tahun 2030. Strategi jangka panjang perusahaan bahkan menargetkan pencapaian emisi karbon nol bersih secara total pada tahun 2050. Hingga saat ini, pihak pabrikan belum memberikan konfirmasi apakah model baru yang dijadwalkan meluncur pada 2028 ini akan menggantikan Cullinan secara langsung atau justru menjadi lini pendamping.

Terkait harga, para kolektor mobil mewah diperkirakan harus merogoh kocek sangat dalam. Mengacu pada harga pasar Cullinan saat ini, SUV listrik terbaru ini diprediksi akan dibanderol mendekati angka 1 juta dolar AS atau sekitar Rp16,8 miliar. Harga tersebut tentu belum termasuk berbagai opsi kustomisasi personal yang menjadi ciri khas layanan bespoke dari Rolls-Royce, menjadikannya salah satu simbol status paling eksklusif di jalan raya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Dominasi Volkswagen Menggeser Posisi Tesla di Pasar Eropa

25 Jan 2026, 09:05 WIBAutomotive