ilustrasi mesin mobil hybrid (auto2000.co.id)
Faktor harga juga menjadi salah satu alasan mengapa mobil hybrid semakin populer. Meski umumnya lebih mahal dibandingkan dengan mobil bermesin bensin konvensional, selisih harga hybrid masih dinilai lebih masuk akal.
Selain itu, dilansir dari berbagai sumber, konsumen juga melihat manfaat langsung dari penggunaan teknologi hybrid melalui konsumsi bahan bakar yang lebih efisien. Penghematan tersebut dapat dirasakan setiap hari, terutama bagi pengguna yang rutin menghadapi kondisi lalu lintas perkotaan yang padat.
Tidak sedikit pembeli yang menilai hybrid sebagai langkah transisi yang lebih aman. Mereka dapat menikmati efisiensi bahan bakar dan teknologi elektrifikasi tanpa harus mempertimbangkan aspek seperti waktu pengisian baterai, degradasi baterai dalam jangka panjang, maupun ketersediaan infrastruktur pengisian daya.
Karena alasan tersebut, berbagai model hybrid kini menjadi tulang punggung penjualan sejumlah pabrikan di Indonesia, termasuk merek-merek Jepang yang memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan teknologi tersebut.
Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pasar mobil hybrid (HEV) di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan sepanjang kuartal pertama 2026. Secara kumulatif, penjualan segmen ini meningkat sekitar 65 persen selama periode Januari hingga Maret 2026.
Pada Januari 2026, penjualan HEV tercatat sebanyak 4.195 unit. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 5.798 unit pada Februari 2026, sebelum kembali melonjak pada Maret 2026 hingga mencapai 6.947 unit. Raihan tersebut menjadi capaian tertinggi sepanjang kuartal pertama dan hampir menembus angka 7.000 unit dalam satu bulan.