Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tips Sederhana Biar Kaca Mobil Tetap Jernih Saat Musim Hujan
ilustrasi kaca depan mobil dan wiper (unsplash.com/Max Tokarev)
  • Musim hujan bikin visibilitas menurun, dan wiper jadi komponen penting yang sering terlupakan padahal berperan besar menjaga pandangan pengemudi tetap jelas di tengah hujan deras.
  • Membersihkan karet wiper secara rutin dengan kain microfiber basah lalu kering bisa mengembalikan performa sapuan tanpa perlu langsung mengganti wiper baru.
  • Gunakan cairan washer khusus, bukan air biasa, agar kaca lebih bersih, gesekan berkurang, serta mencegah kerak mineral yang bisa merusak sistem semprotan dan motor wiper.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Musim hujan selalu bikin visibilitas jadi musuh utama pengemudi. Banyak orang fokus ke lampu, ban, atau rem, tapi justru lupa satu komponen kecil yang paling sering bekerja, yaitu wiper. Padahal, dalam kondisi hujan deras, wiper adalah “mata kedua” pengemudi di balik kemudi.

Masalahnya, wiper sering baru diperhatikan ketika sudah meninggalkan garis air, bunyi berdecit, atau bahkan melompat-lompat di kaca.

Saat itu terjadi, biasanya kondisinya sudah terlanjur buruk. Supaya tidak sampai mengganggu keselamatan berkendara, ada beberapa kebiasaan perawatan sederhana yang sebenarnya bisa memperpanjang umur wiper secara signifikan.

1. Membersihkan karet wiper mobil

ilustrasi wiper mobil (pexels.com/Atlantic Ambience)

Banyak pemilik mobil langsung mengganti wiper ketika sapuannya mulai tidak bersih. Padahal, dalam banyak kasus penyebabnya bukan karet aus, melainkan kotoran yang menempel di permukaan karet.

Air hujan membawa debu halus, pasir, hingga sisa oli dari jalan. Partikel ini menempel pada karet dan berubah menjadi seperti amplas halus. Akibatnya kaca terlihat buram dan wiper terasa kasar.

Cukup lap karet wiper menggunakan kain microfiber basah setiap beberapa hari di musim hujan. Setelah itu, lap kembali dengan kain kering agar tidak meninggalkan residu. Perawatan sederhana ini sering membuat sapuan kembali normal tanpa harus membeli wiper baru.

2. Jangan menyalakan wiper saat kaca kering

ilustrasi wiper mobil (pexels.com/NEOSiAM 2024+)

Kebiasaan buruk yang sering terjadi adalah langsung menyalakan wiper ketika mobil habis parkir, padahal kaca penuh debu kering. Ini mempercepat kerusakan karena karet bergesekan dengan partikel keras.

Efeknya bukan cuma membuat wiper cepat getas, tetapi juga menciptakan baret halus permanen di kaca depan. Saat malam hari atau terkena lampu kendaraan lain, goresan mikro ini menyebabkan silau yang mengganggu.

Biasakan semprot washer terlebih dahulu sampai kaca cukup basah. Air berfungsi sebagai pelumas sehingga karet tidak bekerja dalam kondisi gesekan kering.

3. Jangan isi washer dengan air biasa

ilustrasi wiper mobil (pexels.com/Lucas Pezeta)

Banyak pengemudi hanya mengandalkan air hujan untuk membantu kerja wiper. Padahal, air hujan tidak cukup membersihkan kaca, terutama ketika tercampur minyak jalan dan kotoran kendaraan lain.

Mengisi tangki washer dengan cairan khusus membantu melarutkan lemak dan debu halus yang tidak bisa dibersihkan oleh air biasa. Selain itu, cairan washer juga mengurangi gesekan sehingga karet wiper tidak cepat mengeras.

Sebaliknya, penggunaan air keran terus-menerus sering meninggalkan kerak mineral di jalur semprotan dan membuat aliran washer melemah. Dalam jangka panjang, bukan hanya kaca yang sulit bersih, tetapi motor wiper juga bekerja lebih berat karena sapuan selalu tertahan kotoran.

Editorial Team