Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam (kedua kanan) bersama Direktur Program Eksekutif Toyota Mobility Foundation (TMF) Pras Ganesh (kedua kiri), Executive Director Deloitte Yosuyuki Murakami (kanan), Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar I Made Arianta (ketiga kiri), Ketua Lembaga Pengembangan Pariwisata Ubud Tjokorda Gde Bayuputra Sukowati (tengah), peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) Agus Purwadi (ketiga kanan) dan Executive Director Deloi
Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam (kedua kanan) bersama Direktur Program Eksekutif Toyota Mobility Foundation (TMF) Pras Ganesh (kedua kiri), Executive Director Deloitte Yosuyuki Murakami (kanan), Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar I Made Arianta (ketiga kiri), Ketua Lembaga Pengembangan Pariwisata Ubud Tjokorda Gde Bayuputra Sukowati (tengah), peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) Agus Purwadi (ketiga kanan) dan Executive Director Deloi

Jakarta, IDN Times - Toyota Mobility Foundation (TMF), yayasan nirlaba yang didirikan oleh Toyota Motor Corporation bersama dengan co-developer Deloitte Future of Mobility Solution Center, telah menyelesaikan uji coba program bernama Sustainable Mobility Advancing Real Transformation (SMART) @Ubud.

TMF pun telah meyerahkan aset, model bisnis, serta panduan operasional kepada mitra program mereka, yaitu Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Gianyar, dan Kerthi Bali Santhi yang sekarang sedang mempertimbangkan kelanjutan program secara konkret.

"Kami senang dapat mendukung TMF dalam uji coba unik pertama di Bali, Indonesia. Program SMART@Ubud memungkinkan uji coba solusi berbasis data di Ubud," kata Presiden Direktur Toyota Indonesia, Nandi Julyanto dalam keterangan resminya (19/6/2024).

1. Dua solusi

Kendaraan hybrid dan listrik sebagai transportasi (Toyota)

Ada dua solusi yang ditawarkan oleh program SMART@Ubud untuk mengatasi masalah mobilitas Ubud secara berkelanjutan.

Solusi pertama, memanfaatkan 10 unit xEV (5 kendaraan listrik baterai (BEVs), 5 kendaraan listrik hybrid (HEVs)) untuk menjalankan layanan antar-jemput on-demand yang terhubung di Area Ubud Tengah, dengan beberapa pemberhentian yang terletak dalam jarak 10 menit berjalan kaki dari tujuan wisata utama dan situs lokal populer.

2. Memasang monitor

Memasang monitor digital (Toyota)

Solusi selanjutnya, memasang 9 monitor tampilan digital di sepanjang halte bus dengan lalu lintas tinggi di dalam Trans Metro Dewata Route, yang memberikan visualisasi jadwal bus secara real time bagi penumpang, memungkinkan kenyamanan dan konektivitas yang lebih besar, terutama ketika digunakan bersamaan dengan solusi pertama.

Uji coba ini sudah beroperasi dari September 2023 hingga Mei 2024, dan sudah melayani 20 ribu pelanggan, lebih dari 80 persen di antaranya melibatkan beberapa individu dalam satu perjalanan dengan kepuasan pelanggan secara keseluruhan 4,8 dari 5,0 di atas standar industri.

3. Banyak pertimbangan

Innova Zenix Hybrid (Toyota)

Secara keseluruhan, ada beberapa pertimbangan yang harus dilakukan untuk mengembangkan model bisnis berkelanjutan. Seperti strategi keuangan, efisiensi operasional, dampak lingkungan, penerimaan pasar, dan penentuan posisi solusi dalam ekosistem mobilitas.

"Kami percaya bahwa pembelajaran dan hasil dari uji coba ini akan membantu berkontribusi pada rencana keberlanjutan pemerintah Bali saat mencoba untuk lebih jauh mewujudkan rencana Ulapan. Inisiatif ini sejalan dengan prinsip-prinsip inti Toyota untuk mempromosikan keberlanjutan, inovasi, dan kemitraan. Toyota Indonesia berdedikasi untuk mendukung tujuan Indonesia menuju visi bangsa untuk masa depan yang berkelanjutan," ujar Nandi.

Editorial Team