Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Waspada, Ini Penyakit yang Sering Ditutupi Penjual Mobil Bekas
ilustrasi pembelian mobil bekas (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Penjual mobil bekas kadang menutupi kerusakan transmisi otomatis dengan oli kental agar gejala slip tidak terlihat saat uji coba, padahal kerusakan bisa muncul parah setelah dibeli.
  • Bekas tabrakan besar sering disamarkan lewat perataan sasis dan pengecatan ulang, membuat mobil tampak mulus meski struktur bodinya sudah kehilangan kestabilan dan keamanan.
  • Mobil bekas banjir dibersihkan total untuk menghilangkan bau dan noda, tapi kerusakan kabel serta modul elektronik tetap tersisa dan berisiko menyebabkan korsleting atau mogok mendadak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada orang mau beli mobil bekas karena harganya lebih murah. Tapi katanya harus hati-hati, soalnya ada penjual yang suka sembunyiin rusakannya. Kadang mobilnya pernah tabrakan, mesinnya slip, atau kebanjiran tapi dicat dan dibersihin biar kelihatan bagus. Sekarang banyak orang disuruh periksa mobil baik-baik sebelum beli.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Membeli mobil seken menjadi alternatif menarik untuk mendapatkan kendaraan impian dengan anggaran yang lebih ramah di kantong. Pasar mobil bekas yang sangat dinamis menawarkan berbagai pilihan unit dari berbagai merek dan tahun produksi dengan kondisi yang sekilas terlihat mulus serta siap pakai.

Namun, calon pembeli wajib meningkatkan kewaspadaan karena tidak semua pedagang bersikap jujur mengenai riwayat kesehatan unit yang dijual. Demi mengejar keuntungan instan atau agar unit cepat laku, ada beberapa jenis kerusakan fatal yang sengaja disamarkan dengan rapi agar tidak terdeteksi saat inspeksi awal.

1. Gejala transmisi otomatis slip yang disiasati dengan oli kental

ilustrasi orang memegang tuas transmisi (unsplash/will dutton)

Penyakit pada sektor penyalur daya, khususnya pada jenis transmisi otomatis atau matik, merupakan salah satu komponen yang paling sering disembunyikan. Kerusakan berupa plat kopling yang sudah aus atau tekanan hidrolis yang melemah biasanya memicu gejala slip atau perpindahan gigi yang menghentak kasar.

Untuk mengelabuhi calon pembeli saat sesi uji coba singkat, oknum penjual nakal sering kali mengisi sistem transmisi dengan cairan pelumas yang memiliki tingkat kekentalan jauh di atas standar bawaan pabrik. Efeknya, gejala menghentak atau slip akan hilang sementara waktu, namun persneling akan langsung rusak total beberapa minggu setelah mobil dibawa pulang.

2. Bekas tabrakan besar pada struktur sasis yang dicat ulang

ilustrasi cat mobil yang mengkilap (pexels.com/Erik Mclean)

Kerusakan struktural akibat kecelakaan hebat merupakan cacat permanen yang menurunkan nilai jual serta membahayakan keselamatan berkendara secara drastis. Bagian pilar bodi, dudukan radiator, hingga sasis utama yang sempat ringsek sering kali diluruskan kembali secara paksa menggunakan alat pres mekanis di bengkel tidak resmi.

Bekas las, ketukan, atau kerutan pada logam sasis tersebut kemudian ditutup rapat menggunakan lapisan dempul yang tebal sebelum akhirnya dicat ulang sewarna bodi. Secara kasat mata, area luar mobil akan tampak sangat rapi, namun kestabilan kemudi saat melaju kencang akan terasa pincang dan tidak akan pernah bisa kembali presisi.

3. Kerusakan sistem kelistrikan akibat terendam banjir jangka panjang

ilustrasi aki mobil (pexels.com/Vladimir Srajber)

Mobil yang pernah terjebak di dalam rendaman banjir bandang merupakan momok paling menakutkan bagi industri kendaraan roda empat bekas. Air yang masuk ke dalam kabin tidak hanya merusak material kain jok, tetapi juga merusak ratusan jalur kabel serta modul komputer elektronik yang sensitif.

Penjual biasanya akan melakukan proses pembersihan salon interior secara total untuk menghilangkan bau apek dan noda lumpur di karpet dasar. Namun, karat mikro pada konektor kabel dan kerusakan tersembunyi pada komputer mesin akan tetap ada, siap memicu korsleting atau mogok mendadak tanpa tanda-tanda peringatan terlebih dahulu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article