Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Penyebab Motor Jadi Boros Bensin, Jarang Disadari Pengendara
ilustrasi indikator bensin motor (pexels.com/Luciano Rossitti Quevedo)
  • Tekanan ban terlalu rendah meningkatkan gesekan dan hambatan jalan, sehingga mesin bekerja lebih keras untuk menjaga kecepatan dan memakai lebih banyak bensin.
  • Filter udara, busi, atau injektor yang kotor mengganggu aliran udara, pengapian, dan penyemprotan bahan bakar sehingga pembakaran tidak optimal.
  • Oli mesin yang kualitasnya menurun membuat gesekan komponen meningkat, membebani kerja mesin, serta berpotensi menaikkan konsumsi bahan bakar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Motor bisa minum bensin lebih banyak kalau ban kurang angin. Filter udara, busi, dan injektor yang kotor juga bikin mesin tidak bekerja baik. Oli mesin yang sudah lama juga membuat mesin bekerja lebih keras. Sekarang, pemilik motor bisa cek bagian-bagian itu supaya motor tidak boros bensin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sebagai pemilik kendaraan bermotor, kamu wajib memahami berbagai masalah yang mungkin terjadi pada motormu. Salah satu hal penting yang perlu diketahui adalah faktor yang menyebabkan konsumsi bensin menjadi boros. Pengetahuan ini sangat berguna untuk perawatan kendaraan sehari-hari.

Dengan mengetahui penyebabnya sejak awal, kamu bisa melakukan pencegahan agar tidak terjadi kerusakan yang lebih parah. Hal ini juga akan membantumu menghemat pengeluaran untuk bahan bakar. Berikut penyebab bensin motor jadi boros.

1. Tekanan angin ban terlalu rendah

ilustrasi ban motor botak (pexels.com/Olga Solo)

Tekanan angin pada ban yang kurang dari standar dapat meningkatkan gesekan antara ban dengan permukaan jalan. Kondisi ini membuat hambatan saat motor melaju menjadi lebih besar dari biasanya. Alhasil, laju kendaraan pun menjadi kurang optimal.

Untuk mengatasinya, mesin motor harus bekerja lebih keras guna mempertahankan kecepatan. Tenaga ekstra yang dikeluarkan tersebut tentu membutuhkan konsumsi bahan bakar yang lebih banyak. Inilah alasan mengapa tekanan ban yang rendah bisa membuat bensin menjadi boros.

2. Filter udara kotor

ilustrasi motor (unsplash.com/0xk)

Agar proses pembakaran berjalan sempurna, mesin memerlukan perbandingan udara dan bahan bakar yang seimbang. Jika filter udara kotor karena tumpukan debu, aliran udara menuju mesin akan terhambat. Hal tersebut dapat mengakibatkan pembakaran menjadi tidak optimal.

Saat pembakaran tidak maksimal, kamu cenderung memutar gas lebih dalam untuk mendapatkan tenaga yang sama. Kondisi inilah yang kemudian membuat konsumsi bahan bakar meningkat. Oleh karena itu, filter udara yang kotor perlu kamu periksa ketika motor mulai terasa boros.

3. Busi kotor

ilustrasi motor (pexels.com/Christina & Peter)

Fungsi utama busi adalah menciptakan percikan api guna membakar campuran udara dan bahan bakar di dalam mesin. Apabila percikan tersebut melemah karena kondisi busi yang kotor atau sudah aus, kinerjanya akan menurun. Masalah pada sistem pengapian juga dapat memengaruhi kekuatan percikan api tersebut.

Ketika percikan api tidak maksimal, proses pembakaran di ruang mesin menjadi tidak sempurna. Hal ini membuat tenaga yang dihasilkan mesin berkurang dan tidak efisien. Akibatnya, konsumsi bensin pun menjadi lebih boros dari biasanya.

4. Injektor kotor

ilustrasi motor (pexels.com/Selvin Esteban)

Tumpukan kotoran yang menempel pada injektor bisa membuat pola penyemprotan bahan bakar menjadi tidak sempurna. Akibatnya, proses pembakaran di dalam mesin tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Kondisi ini akan berpengaruh pada performa kendaraan secara keseluruhan.

Gejalanya bisa kamu rasakan melalui peningkatan konsumsi bahan bakar secara perlahan. Selain itu, tarikan motor terasa lebih berat dan respons akselerasinya menurun. Mesin pun terkadang terasa kurang halus saat digunakan berkendara.

5. Oli mesin tidak optimal

ilustrasi motor (pexels.com/ISSA SAID)

Fungsi utama oli adalah melumasi komponen di dalam mesin agar gesekan antar bagiannya berkurang. Jika pelumas tersebut sudah lama tidak diganti, kualitasnya akan menurun secara bertahap. Hal ini membuat kinerja pelumasan menjadi tidak lagi optimal.

Akibatnya, mesin harus bekerja lebih keras karena gesekan yang meningkat. Kondisi tersebut membuat beban kerja mesin terasa lebih berat dari biasanya. Pada akhirnya, konsumsi bahan bakar pun bisa menjadi lebih boros.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article