Alasan Utama Permohonan Kredit Motor Ditolak Leasing, Cek di Sini!

- Rekam jejak kredit buruk dalam SLIK atau BI Checking menjadi alasan utama penolakan kredit motor oleh leasing.
- Ketidaksesuaian antara pendapatan dan beban pengeluaran bulanan serta stabilitas pekerjaan juga mempengaruhi keputusan penolakan kredit.
- Data identitas yang tidak valid atau domisili yang bermasalah dapat menjadi alasan penolakan kredit motor oleh pihak leasing.
Mengajukan kredit sepeda motor sering kali dianggap sebagai prosedur administratif yang sederhana dan pasti disetujui selama uang muka telah tersedia. Namun, banyak calon pembeli yang harus menelan kekecewaan saat pihak lembaga pembiayaan atau leasing memberikan keputusan penolakan tanpa penjelasan yang mendalam mengenai penyebab kegagalan tersebut.
Proses verifikasi yang dilakukan oleh pihak penyedia dana sangatlah ketat karena melibatkan penilaian risiko jangka panjang terhadap kemampuan finansial seseorang. Memahami faktor-faktor di balik layar yang menyebabkan penolakan adalah langkah krusial agar persiapan pengajuan selanjutnya menjadi lebih matang dan memiliki peluang persetujuan yang lebih tinggi.
1. Rekam jejak kredit yang buruk dalam sistem informasi keuangan

Faktor paling umum yang menyebabkan kegagalan pengajuan kredit adalah riwayat pembayaran utang yang tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK atau yang sebelumnya dikenal sebagai BI Checking. Pihak leasing dapat melihat dengan jelas seluruh riwayat pinjaman seseorang, mulai dari kartu kredit, pinjaman online, hingga cicilan elektronik lainnya. Jika terdapat catatan keterlambatan pembayaran atau bahkan status kredit macet, lembaga pembiayaan akan langsung melabeli calon debitur sebagai sosok yang berisiko tinggi.
Meskipun saat ini seseorang merasa memiliki uang tunai yang cukup untuk membayar angsuran, perilaku keuangan di masa lalu tetap menjadi cerminan utama bagi analis kredit. Tunggakan kecil pada tagihan telepon pascabayar atau paylater yang sering diabaikan bisa menjadi batu sandungan besar. Oleh karena itu, menjaga skor kredit tetap bersih dengan selalu membayar tagihan tepat waktu adalah syarat mutlak yang tidak bisa ditawar jika ingin mendapatkan kepercayaan dari institusi keuangan mana pun.
2. Ketidaksesuaian antara pendapatan dan beban pengeluaran bulanan

Pihak leasing memiliki rumus perhitungan internal yang disebut sebagai Debt Service Ratio guna mengukur kemampuan bayar calon nasabah. Secara umum, total cicilan utang tidak boleh melebihi tiga puluh hingga tiga puluh lima persen dari penghasilan bulanan. Jika hasil survei menunjukkan bahwa sisa pendapatan setelah dikurangi biaya hidup dan utang lain dianggap terlalu mepet, maka permohonan kredit kemungkinan besar akan ditolak demi mencegah terjadinya gagal bayar di tengah jalan.
Selain nominal gaji, stabilitas pekerjaan juga menjadi poin penilaian yang sangat penting. Karyawan kontrak dengan masa kerja yang masih sangat singkat atau pekerja lepas yang pendapatannya fluktuatif sering kali sulit mendapatkan persetujuan dibandingkan karyawan tetap dengan masa kerja di atas dua tahun. Lembaga pembiayaan membutuhkan kepastian bahwa aliran dana yang masuk ke rekening calon pembeli akan tetap stabil selama masa tenor kredit yang biasanya berlangsung antara satu hingga tiga tahun.
3. Data identitas yang tidak valid atau domisili yang bermasalah

Masalah administratif sering kali menjadi alasan penolakan yang tampak sepele namun berakibat fatal. Penggunaan data identitas yang tidak sinkron, alamat tempat tinggal yang tidak sesuai dengan KTP tanpa adanya surat keterangan domisili, hingga nomor telepon referensi yang tidak bisa dihubungi dapat memicu kecurigaan pihak leasing. Proses survei lapangan bertujuan untuk memastikan bahwa calon pembeli benar-benar tinggal di lokasi yang didaftarkan dan memiliki profil yang jujur sesuai dengan dokumen yang diberikan.
Selain itu, jika calon pembeli tinggal di area yang masuk dalam zona merah atau wilayah yang secara historis memiliki tingkat kredit macet yang sangat tinggi, pihak leasing cenderung akan lebih berhati-hati atau bahkan menolak pengajuan tersebut. Begitu juga jika ditemukan adanya upaya "pinjam nama", di mana data seseorang digunakan untuk membeli motor bagi pihak ketiga. Kecurangan semacam ini sangat mudah dideteksi oleh petugas survei yang berpengalaman dan akan langsung mengakibatkan pembatalan pengajuan secara permanen.


















