Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ciri-ciri Bensin Basi, Bisa Bikin Drop Performa Mesin
ilustrasi motor mogok (pexels.com/cottonbro studio)
  • Bensin yang disimpan terlalu lama bisa berubah aroma jadi asam menyengat dan warnanya keruh akibat oksidasi senyawa ringan yang menguap.
  • Penggunaan bensin basi bikin mesin susah hidup, performa turun drastis, akselerasi berat, dan muncul ketukan karena pembakaran tidak sempurna.
  • Solusi terbaik adalah menguras tangki hingga bersih lalu isi ulang dengan bensin baru, serta cegah kontaminasi dengan menjaga tangki penuh atau pakai aditif penstabil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mobil yang lama tidak dipakai bisa susah hidup karena bensinnya jadi basi. Bensin basi baunya jadi aneh dan warnanya gelap. Kalau dipakai, mesin mobil bisa batuk-batuk dan jalannya berat sekali. Supaya baik lagi, bensin lama harus dibuang dan diganti baru. Sekarang orang disarankan isi tangki penuh kalau mau simpan mobil lama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kendaraan yang lama mendekam di dalam garasi sering kali mengalami masalah saat hendak dinyalakan kembali oleh pemiliknya. Salah satu penyebab utama yang sering kali luput dari perhatian adalah penurunan kualitas bahan bakar di dalam tangki.

Bahan bakar minyak yang didiamkan terlalu lama tanpa adanya sirkulasi akan mengalami perubahan senyawa kimia yang merugikan. Fenomena yang sering disebut sebagai bensin basi ini menjadi biang keladi utama kerusakan sistem pembakaran.

1. Perubahan aroma menyengat dan degradasi warna cairan bahan bakar

ilustrasi motor mogok (pexels.com/victor Manuel mulero ramirez)

Cara paling mudah untuk mendeteksi kualitas bahan bakar yang sudah menurun adalah melalui indra penciuman. Bensin yang masih segar dan baru keluar dari pompa pengisian memiliki aroma khas hidrokarbon yang sangat kuat namun tetap bersih. Sementara itu, bensin yang sudah basi akan mengeluarkan bau busuk yang asam dan menyengat seperti minyak tanah berbau apek. Perubahan aroma ini terjadi karena senyawa ringannya telah menguap dan menyisakan zat berat yang teroksidasi.

Selain dari aroma, penurunan kualitas juga dapat dipantau secara visual melalui perubahan warna cairan secara signifikan. Bensin baru umumnya berwarna jernih kekuningan, kemerahan, atau kehijauan tergantung pada jenis nilai oktan yang dipilih saat pembelian. Ketika sudah basi, cairan tersebut akan berubah menjadi lebih keruh, berwarna cokelat gelap, bahkan meninggalkan endapan seperti lumpur di dasar wadah.

2. Penurunan performa mesin secara drastis saat kendaraan dipaksa melaju

ilustrasi motor mogok (unsplash.com/John Canelis)

Dampak nyata dari penggunaan bahan bakar yang telah rusak akan langsung terasa pada sektor performa dapur pacu kendaraan. Mesin kendaraan biasanya akan menjadi sangat sulit untuk dihidupkan pada awal proses starter meskipun kondisi aki sangat prima. Ketika mesin akhirnya berhasil menyala, putaran mesin pada posisi stasioner akan terasa sangat kasar, tidak stabil, dan sering kali mendadak mati.

Saat kendaraan dipaksa untuk berjalan, akselerasi yang dihasilkan akan terasa sangat berat dan disertai dengan gejala ketukan mesin yang parah. Hal ini terjadi karena nilai oktan pada bensin basi telah merosot tajam akibat proses penguapan senyawa aktif. Akibatnya, proses pembakaran di dalam silinder menjadi tidak sempurna dan memicu terjadinya penumpukan kerak karbon baru dalam jumlah masif.

3. Solusi penanganan tangki dan pencegahan terjadinya kontaminasi bahan bakar

ilustrasi mesin motor mati (freepik.com/bublikhaus)

Langkah perbaikan paling aman ketika kendaraan sudah terlanjur diisi oleh bensin basi adalah dengan melakukan pengurasan tangki secara total. Seluruh cairan yang telah terkontaminasi tersebut wajib dikeluarkan hingga bersih agar tidak menyumbat komponen pompa bahan bakar dan injektor. Setelah tangki benar-benar kosong dan dibersihkan dari endapan, barulah bahan bakar minyak yang baru dan segar boleh dimasukkan kembali.

Untuk mencegah terjadinya masalah ini di kemudian hari, pengisian bahan bakar sebaiknya disesuaikan dengan intensitas penggunaan kendaraan harian. Jika kendaraan memang direncanakan untuk disimpan dalam waktu berbulan-bulan, pengisian tangki hingga penuh sangat disarankan untuk mengurangi ruang udara yang memicu kondensasi air. Alternatif lainnya adalah dengan menambahkan cairan aditif penstabil bahan bakar khusus sebelum kendaraan ditinggalkan di dalam garasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article