Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Etika Riding Berkelompok saat Touring Motor yang Wajib Dipahami
Yamaha gelar MTBN etape ketiga di Lampung (Dok. YIMM)
  • Touring motor berkelompok perlu disiplin dan koordinasi agar perjalanan aman, termasuk memahami formasi riding serta mengikuti arahan road captain dan sweeper.
  • Menjaga ego berkendara penting demi keselamatan bersama, dengan cara tidak memacu motor berlebihan dan tetap menjaga jarak aman antar pengendara.
  • Rider wajib menghormati pengguna jalan lain dengan tidak menutup jalan, menghindari knalpot bising, serta menggunakan lampu hazard secara bijak demi citra positif komunitas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Touring motor bersama komunitas atau teman memang jadi aktivitas yang menyenangkan. Selain mempererat hubungan antar rider, perjalanan jarak jauh juga terasa lebih aman dan nyaman ketika dilakukan secara berkelompok.

Namun di balik keseruannya, touring motor tetap membutuhkan disiplin dan etika berkendara yang baik. Tanpa koordinasi dan sikap saling menghargai, perjalanan justru bisa memicu risiko di jalan hingga mengganggu pengguna jalan lain.

1. Pahami formasi dan jangan berkendara sembarangan

Cara Yamaha gaet remaja kampanyekan safety riding (Dok. YIMM)

Salah satu etika dasar saat touring berkelompok adalah memahami formasi riding. Dalam perjalanan rombongan, posisi motor biasanya sudah diatur agar perjalanan tetap aman dan mudah dikendalikan, terutama saat melintasi jalur padat atau kecepatan tinggi.

Pengendara tidak disarankan berpindah jalur secara mendadak atau menyalip anggota lain tanpa komunikasi yang jelas. Selain membahayakan rombongan sendiri, manuver sembarangan juga bisa mengejutkan pengguna jalan lain.

Biasanya touring juga memiliki road captain dan sweeper yang bertugas menjaga ritme perjalanan. Karena itu, anggota rombongan perlu mengikuti arahan agar perjalanan tetap rapi dan terkoordinasi.

2. Jaga ego dan utamakan keselamatan bersama

Libatkan puluhan pasang ibu dan anak konsumen Yamaha (YIMM)

Saat touring, menjaga ego berkendara menjadi hal penting yang sering dilupakan. Tidak sedikit pengendara yang terpancing membuka gas terlalu agresif hanya demi menjaga gengsi atau mengikuti rider lain.

Padahal, kemampuan berkendara dan karakter motor setiap peserta bisa berbeda. Touring bukan soal siapa yang paling cepat, melainkan bagaimana seluruh anggota bisa tiba dengan aman di tujuan.

Selain itu, rider juga perlu menjaga jarak aman antar motor agar memiliki ruang pengereman yang cukup. Kebiasaan menempel terlalu dekat justru meningkatkan risiko tabrakan beruntun ketika terjadi pengereman mendadak.

3. Hormati pengguna jalan lain selama touring

Total jarak yang ditempuh sekitar 500 km (Dok. Istimewa)

Rombongan motor kerap menjadi sorotan di jalan. Karena itu, menjaga sikap selama touring menjadi bagian penting untuk membangun citra positif komunitas maupun pengendara motor secara umum.

Hindari menutup seluruh badan jalan, menggunakan knalpot berlebihan di area padat, atau memaksa kendaraan lain memberi jalan. Penggunaan lampu hazard secara terus-menerus saat motor berjalan juga sebaiknya dihindari karena dapat membingungkan pengguna jalan lain.

Selain menjaga keselamatan rombongan, touring yang tertib dan santun juga membuat perjalanan terasa lebih nyaman bagi semua pengguna jalan. Pada akhirnya, etika berkendara menjadi faktor penting agar aktivitas touring tetap aman, menyenangkan, dan tidak merugikan orang lain.

Editorial Team