Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tips Tetap Segar Saat Riding di Cuaca Terik

Tips Tetap Segar Saat Riding di Cuaca Terik
ilustrasi perempuan naik motor (pexels.com/Stephen Leonardi)
Intinya Sih
  • Paparan panas ekstrem saat berkendara bisa menyebabkan dehidrasi, kelelahan otot, dan penurunan konsentrasi yang berisiko bagi keselamatan di jalan.
  • Menjaga hidrasi dengan air mineral dan elektrolit secara rutin penting untuk mencegah kram otot serta menjaga fokus selama perjalanan di cuaca terik.
  • Gunakan perlengkapan berventilasi baik, atur waktu istirahat setiap 1,5–2 jam, dan lakukan pendinginan tubuh agar tetap segar serta aman saat riding di bawah matahari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Paparan sinar matahari yang menyengat saat berkendara di siang hari bukan hanya menguras tenaga, tetapi juga menyimpan risiko gangguan kesehatan yang serius. Suhu udara yang ekstrem dikombinasikan dengan panas mesin dan aspal dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat serta memicu kelelahan otot yang berlebihan.

Menjaga kondisi fisik agar tetap prima selama menempuh perjalanan di bawah cuaca terik merupakan kewajiban bagi setiap pengendara demi keselamatan di jalan raya. Tanpa persiapan yang matang, konsentrasi akan menurun drastis dan respon refleks tubuh menjadi lambat, yang pada akhirnya dapat membahayakan nyawa di tengah arus lalu lintas yang padat.

1. Manajemen hidrasi dan asupan elektrolit secara berkala

ilustrasi minuman elektrolit (pexels.com/Ketut Subiyanto)
ilustrasi minuman elektrolit (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Kehilangan cairan tubuh melalui keringat adalah ancaman utama yang dapat menyebabkan dehidrasi saat berkendara di tengah cuaca panas. Sangat penting untuk meminum air mineral dalam jumlah yang cukup sebelum memulai perjalanan, bahkan sebelum rasa haus muncul. Rasa haus sering kali menjadi sinyal terlambat bahwa tubuh sudah mulai kekurangan cairan, sehingga pemenuhan hidrasi harus dilakukan secara preventif dan konsisten di setiap titik pemberhentian.

Selain air mineral, asupan minuman yang mengandung elektrolit juga sangat disarankan untuk menggantikan mineral tubuh yang hilang bersama keringat. Kekurangan elektrolit dapat memicu kram otot secara mendadak dan pusing, yang sangat berbahaya jika terjadi saat sedang memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi. Menghindari minuman berkafein atau minuman berenergi yang mengandung gula tinggi juga penting, karena zat-zat tersebut bersifat diuretik yang justru dapat mempercepat proses pengeluaran cairan dari dalam tubuh.

2. Pemilihan perlengkapan berkendara yang mendukung sirkulasi udara

Ilustrasi wanita memakai helm (freepik.com/freepik)
Ilustrasi wanita memakai helm (freepik.com/freepik)

Menggunakan jaket tebal yang tidak memiliki sirkulasi udara yang baik saat cuaca panas justru akan memerangkap panas tubuh dan meningkatkan risiko heat stroke. Sebaiknya, gunakan jaket khusus berkendara yang memiliki ventilasi udara (mesh) untuk membiarkan angin masuk dan mendinginkan suhu kulit saat motor bergerak. Penggunaan pakaian dalam berbahan dasar katun atau base layer teknis yang mampu menyerap serta menguapkan keringat dengan cepat akan sangat membantu menjaga kenyamanan selama perjalanan panjang.

Lindungi juga bagian kulit yang terpapar langsung sinar matahari dengan menggunakan buff atau masker kain, serta sarung tangan yang tetap memberikan aliran udara pada jari-jari. Penggunaan kaca helm atau visor berwarna gelap (smoke) atau pelapis anti-UV sangat membantu mengurangi kelelahan mata akibat silau matahari yang berlebihan. Mata yang terus-menerus menegang akibat cahaya terang akan membuat otak lebih cepat lelah, sehingga penggunaan perlengkapan yang tepat secara tidak langsung juga menjaga ketajaman konsentrasi mental.

3. Pengaturan jadwal istirahat dan teknik pendinginan tubuh

ilustrasi helm motor (pexels.com/Anastasia Shuraeva)
ilustrasi helm motor (pexels.com/Anastasia Shuraeva)

Memaksakan diri untuk terus berkendara dalam waktu lama tanpa henti di bawah terik matahari adalah tindakan yang tidak bijaksana. Atur jadwal untuk berhenti sejenak setiap 1,5 hingga 2 jam perjalanan di tempat yang teduh atau ruangan ber-AC guna menurunkan suhu inti tubuh secara bertahap. Saat beristirahat, lepaskan helm dan jaket agar panas yang terperangkap di area kepala serta dada dapat segera keluar, memberikan kesempatan bagi jantung untuk bekerja lebih ringan.

Teknik pendinginan sederhana seperti membasahi leher atau pergelangan tangan dengan air dingin dapat memberikan efek segar yang instan bagi sistem saraf. Perlu diingat bahwa saat merasa sangat lelah atau mulai mengalami sakit kepala berdenyut, itu adalah tanda bahwa tubuh sudah mencapai batas toleransi terhadap panas. Segeralah mencari tempat beristirahat yang aman dan jangan melanjutkan perjalanan hingga kondisi fisik benar-benar stabil kembali. Menghargai batas kemampuan tubuh adalah kunci utama agar tetap sehat dan selamat sampai di tujuan meskipun harus menerjang cuaca panas yang ekstrem.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Related Articles

See More