Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga BBM Bisa Naik Kapan Saja, Davigo Dorong Penggunaan Motor Listrik

Harga BBM Bisa Naik Kapan Saja, Davigo Dorong Penggunaan Motor Listrik
TKDN Davigo sudah di atas 40 persen (Dok. Davigo)

Jakarta, IDN Times - Ketegangan geopolitik global yang terus meningkat dinilai berpotensi memicu lonjakan harga energi, termasuk bahan bakar minyak (BBM). Kenaikan harga BBM akibat geopolitik sendiri sudah terjadi di beberapa negara dunia.

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada biaya operasional sektor transportasi, tetapi juga berisiko menekan daya beli masyarakat Indonesia dalam jangka pendek hingga menengah.

Merespons situasi tersebut, produsen motor listrik lokal Davigo melihat momentum ini sebagai titik krusial untuk mempercepat transisi menuju kendaraan listrik. Perusahaan menilai ketergantungan pada BBM yang sangat dipengaruhi dinamika global membuat masyarakat berada dalam posisi rentan terhadap fluktuasi harga energi.

1. Biaya operasional lebih stabil di tengah ketidakpastian

4f0f1139-22cb-4832-9871-2e7ac6dcdb65.jpeg
Motor listrik Davigo (Dok. Davigo)

Davigo menekankan bahwa kendaraan listrik menawarkan struktur biaya yang lebih stabil dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil. Dengan estimasi biaya pengisian listrik sekitar Rp6.000 untuk penggunaan harian, motor listrik dinilai lebih ekonomis di tengah ancaman kenaikan harga BBM.

Kondisi ini menjadi sangat relevan bagi segmen pengguna produktif seperti pengemudi ojek online dan kurir logistik yang sangat sensitif terhadap perubahan biaya operasional.

“Ketika harga BBM sangat dipengaruhi dinamika global, maka masyarakat Indonesia berada dalam posisi rentan. Motor listrik menjadi solusi untuk memutus ketergantungan tersebut,” ujar General Manajemen Davigo, Aprizal, Kamis (2/4/2026).

2. Motor Listrik lokal sebagai solusi

019e4584-e739-4e92-b0b7-84f8175d0d18.jpeg
Davigo dorong penggunaan motor listrik (Dok. Davigo)

Selain efisiensi biaya, Davigo juga menyoroti peran strategis industri motor listrik lokal dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di atas 40 persen pada beberapa produk, pengembangan kendaraan listrik dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.

Menurut manajemen Davigo, transisi ke kendaraan listrik tidak hanya berkaitan dengan isu lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional.

3. Performa dan skema kepemilikan jadi daya tarik

f973ab92-cea9-4e38-b822-1ef532751513.jpeg
Motor listrik punya kelebihan di efisiensi biaya (Dok. Davigo)

Dari sisi produk, motor listrik Davigo dibekali baterai lithium (NMC dan LFP) serta motor bertenaga 2000 watt dengan jarak tempuh lebih dari 160 km dalam satu kali pengisian.

Bahkan, kendaraan ini diklaim mampu menempuh perjalanan Jakarta–Bandung tanpa pengisian ulang, menjadikannya kompetitif untuk kebutuhan harian maupun operasional intensif.

Untuk memperluas adopsi, Davigo juga menghadirkan skema kepemilikan fleksibel melalui program sewa milik (rent-to-own). Skema ini memungkinkan pengguna memiliki motor listrik dengan biaya harian yang lebih terjangkau.

Di sisi lain, perusahaan turut mendorong pemerintah menghadirkan kebijakan akseleratif, termasuk kepastian insentif dan dukungan bagi industri lokal guna mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Share
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

4 Tips Merawat Kaca Mobil agar Bersih dan Anti Noda

09 Apr 2026, 11:05 WIBAutomotive