Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jalanan Penuh Abu Vulkanik, Jangan Asal Tarik Tuas Rem Motor

2 min read
Jalanan Penuh Abu Vulkanik, Jangan Asal Tarik Tuas Rem Motor
ilustrasi touring motor (freepik.com/bublikhaus)
  • Jalan berabu vulkanik lebih licin dan mengganggu jarak pandang; pengendara perlu menurunkan kecepatan bertahap, melepas gas perlahan, serta menghindari manuver dan tikungan mendadak.
  • Pengereman harus halus dan progresif dengan kontrol rem depan-belakang, karena menarik tuas keras dapat mengurangi traksi dan membuat motor sulit dikendalikan, meski sudah memakai ABS.
  • Usai melintasi abu, motor perlu segera dibersihkan dan komponen seperti rem, roda, serta filter udara diperiksa; jangan menggosok bodi saat abu masih kering agar tidak tergores.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Melintasi jalan yang dipenuhi abu vulkanik membutuhkan kewaspadaan ekstra. Permukaan jalan bisa menjadi jauh lebih licin dibanding kondisi normal, sementara jarak pandang pengendara juga dapat terganggu oleh abu yang beterbangan.

Dalam kondisi seperti ini, menarik tuas rem secara mendadak justru bisa meningkatkan risiko motor kehilangan keseimbangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pengereman tetap aman ketika ban melewati lapisan abu vulkanik.

  1. 1. Kurangi kecepatan

    ilustrasi touring
    ilustrasi touring motor (pexels.com/Efrem Efrem)

    Ketika melihat permukaan jalan mulai dipenuhi abu, langkah pertama adalah mengurangi kecepatan secara bertahap. Jangan menunggu sampai motor sudah berada di atas lapisan abu baru kemudian mengerem keras. Semakin rendah kecepatan, semakin mudah motor dikendalikan jika terjadi perubahan grip pada ban.

    Gunakan deselerasi dengan melepas gas secara perlahan dan pertahankan posisi motor tetap stabil. Hindari manuver mendadak seperti berpindah jalur secara cepat atau menikung tajam karena lapisan abu dapat membuat cengkeraman ban terhadap aspal berkurang. Berkendara dengan kecepatan rendah juga memberi waktu lebih banyak untuk mengantisipasi kendaraan lain di depan.

  2. 2. Jangan langsung menarik tuas rem keras

    ilustrasi rem motor (freepik.com/arthur)
    ilustrasi rem motor (freepik.com/arthur)

    Abu vulkanik yang menutupi permukaan aspal dapat membuat traksi ban berkurang. Ketika tuas rem ditarik terlalu kuat secara tiba-tiba, roda berpotensi kehilangan cengkeraman dan motor menjadi lebih sulit dikendalikan. Risiko tersebut semakin besar jika permukaan jalan juga bercampur pasir, kerikil, atau material vulkanik lainnya.

    Pengereman sebaiknya dilakukan secara halus dan progresif. Tekanan pada rem depan dan belakang perlu dikontrol agar perlambatan berlangsung stabil. Jika motor sudah dilengkapi ABS, sistem tersebut dapat membantu mencegah roda mengunci, tetapi bukan berarti pengendara bebas melakukan pengereman mendadak dalam kondisi jalan yang sangat licin.

  3. 3. Waspadai abu yang menempel di komponen

    Ilustrasi rem motor  (wahanahonda.com)
    Ilustrasi rem motor (wahanahonda.com)

    Abu vulkanik bukan hanya persoalan ketika motor sedang berjalan. Partikel yang sangat halus dapat menempel pada cakram rem, kaliper, roda, filter udara, hingga berbagai celah di sekitar mesin. Karena itu, motor yang melewati jalan berabu sebaiknya tidak langsung dianggap aman hanya karena masih bisa dikendarai.

    Setelah perjalanan selesai, bersihkan motor sesegera mungkin dengan cara yang tepat. Periksa bagian rem, roda, serta filter udara, terutama jika motor melewati area dengan paparan abu cukup tebal. Hindari menggosok abu dalam kondisi kering pada permukaan bodi karena partikel keras yang bercampur kotoran dapat meningkatkan risiko munculnya goresan. Dengan begitu, bukan hanya keselamatan berkendara yang terjaga, tetapi kondisi komponen motor juga tetap terawat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More