Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jangan Keliru, Air Masuk ke Mesin Motor Bukan Melalui Knalpot!

ilustrasi banjir akibat cuaca buruk (pexels.com/Dibakar Roy)
ilustrasi banjir akibat cuaca buruk (pexels.com/Dibakar Roy)
Intinya sih...
  • Saluran udara atau air intake sebagai gerbang utama
    • Saluran hisap udara menjadi jalan masuk air ke dalam mesin
    • Ketinggian air di jalan dapat menyebabkan masuknya air ke ruang mesin
    • Efek hidraulis dan fenomena water hammer yang mematikan
      • Air yang masuk ke ruang silinder menghentikan pergerakan piston secara mendadak
      • Benturan antara piston dan air menciptakan tekanan luar biasa yang merusak mesin
      • Pentingnya kewaspadaan terhadap ketinggian gelombang air
        • Gelombang air di
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak biker menganggap kalau knalpot adalah pintu masuk utama air ke dalam mesin saat menerjang banjir. Anggapan ini membuat biker kemudian terfokus pada knalpot. Padahal ada bagian lain yang justru menjadi pintu masuk air ke dalam mesin motor.

Yuk, cari tahu bagian motor mana yang suka menyedot air ke dalam mesin saat menerjang genangan air

1. Saluran udara atau air intake sebagai gerbang utama

ilustrasi mesin motor (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi mesin motor (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Titik paling krusial yang menjadi jalan masuk air ke dalam mesin adalah saluran hisap udara atau dikenal dengan istilah air intake. Komponen ini berfungsi menghisap oksigen dari luar untuk dicampurkan dengan bahan bakar di dalam ruang bakar. Letak saluran ini bervariasi pada setiap jenis mobil, namun umumnya berada di bagian depan atau di balik spakbor depan guna mendapatkan suplai udara yang optimal.

Masalah besar muncul ketika ketinggian air di jalan melampaui posisi lubang air intake ini. Karena mesin bekerja dengan prinsip vakum atau menghisap, maka air yang berada di permukaan lubang akan ikut tersedot ke dalam ruang mesin. Berbeda dengan knalpot yang terus mengeluarkan tekanan gas buang selama mesin menyala, air intake justru bersifat menarik benda dari luar, menjadikannya jalur paling rentan saat mobil dipaksa menembus genangan air yang cukup tinggi.

2. Efek hidraulis dan fenomena water hammer yang mematikan

ilustrasi mesin motor mati (freepik.com/bublikhaus)
ilustrasi mesin motor mati (freepik.com/bublikhaus)

Setelah air tersedot melalui saluran udara dan melewati filter, cairan tersebut akan langsung masuk ke dalam ruang silinder. Di sinilah bencana teknis bermula karena sifat dasar air yang tidak dapat dikompresi atau dipadatkan. Dalam siklus kerja mesin normal, piston akan bergerak ke atas untuk memadatkan campuran udara dan bensin, namun keberadaan air yang mengisi ruang tersebut akan menghentikan pergerakan piston secara mendadak dan keras.

Benturan hebat antara piston yang bergerak dengan air yang diam menciptakan tekanan luar biasa yang dikenal sebagai water hammer. Kekuatan ini mampu membengkokkan batang piston (connecting rod), menghancurkan kepala silinder, hingga memecahkan blok mesin dalam hitungan detik. Kecepatan dan kekuatan putaran mesin yang tinggi membuat kerusakan ini terjadi hampir seketika, sehingga tidak memberikan ruang bagi pengemudi untuk bereaksi sebelum mesin mati total.

3. Pentingnya kewaspadaan terhadap ketinggian gelombang air

Ilustrasi memanaskan mesin motor (pexels.com/Pragyan Bezbaruah)
Ilustrasi memanaskan mesin motor (pexels.com/Pragyan Bezbaruah)

Kesalahan fatal lainnya sering terjadi ketika pengemudi melaju terlalu cepat di genangan air, yang kemudian menciptakan gelombang air atau bow wave di depan kendaraan. Gelombang ini dapat naik secara mendadak hingga mencapai posisi filter udara, meskipun sebenarnya ketinggian genangan air di jalan masih berada di bawah batas aman. Oleh karena itu, memahami lokasi ketinggian saluran udara pada mobil merupakan hal wajib untuk mencegah masuknya air secara tidak sengaja.

Sebagai langkah pencegahan, pengemudi disarankan untuk tidak menyalakan kembali mesin jika mobil mendadak mati di tengah genangan air. Menghidupkan ulang mesin saat ada air di dalam ruang bakar hanya akan memperparah kerusakan mekanis yang sudah terjadi. Tindakan paling aman adalah segera mematikan kelistrikan, mendorong mobil ke tempat yang lebih tinggi, dan melakukan pengecekan pada kotak filter udara untuk memastikan tidak ada sisa air yang tersimpan sebelum mencoba menghidupkan mesin kembali di area kering.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Kenapa Water Hammer Bisa Langsung Melumpuhkan Mobil?

25 Jan 2026, 20:05 WIBAutomotive