Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Angka Kecepatan Speedometer Motor Berbeda dengan GPS?
ilustrasi speedometer (pexels.com/revac film's&photography)
  • Speedometer menghitung kecepatan dari putaran roda, sedangkan GPS mengukur jarak antar koordinat secara real-time, sehingga hasil GPS biasanya lebih akurat dan tidak dipengaruhi kondisi fisik kendaraan.
  • Pabrikan sengaja menyetel speedometer agar menunjukkan angka sedikit lebih tinggi demi keselamatan dan mematuhi regulasi internasional yang melarang tampilan kecepatan lebih rendah dari kenyataan.
  • Keausan ban atau modifikasi ukuran pelek dapat mengubah diameter roda, menyebabkan pembacaan speedometer menjadi tidak akurat dibandingkan kecepatan sebenarnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Orang-orang lihat angka di motor dan di GPS beda. Angka di motor suka lebih besar. Itu bukan rusak, tapi memang dibuat begitu biar orang tidak ngebut. Motor hitung dari roda yang muter, kalau GPS pakai satelit di langit. Kalau ban aus atau diganti, angka bisa makin beda juga. Semua itu supaya aman di jalan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Panel indikator atau speedometer pada dasarnya berfungsi sebagai instrumen utama untuk memantau kecepatan laju kendaraan saat melintas di jalan raya. Namun, banyak pengemudi yang menyadari adanya perbedaan angka ketika membandingkan kecepatan di panel tersebut dengan aplikasi navigasi berbasis global positioning system atau GPS. Secara umum, angka yang tertera pada panel dasbor mobil atau motor cenderung menunjukkan hasil yang lebih tinggi.

Perbedaan hasil pengukuran ini sering kali menimbulkan tanda tanya mengenai akurasi dari sistem mekanis kendaraan harian. Sebagian orang mengira terdapat kerusakan pada komponen sensor atau adanya kesalahan sistem pada satelit pencatat navigasi. Padahal, selisih angka tersebut merupakan hal yang wajar dan terjadi karena adanya perbedaan metode pengukuran serta regulasi keselamatan yang berlaku global.

1. Perbedaan metode perhitungan putaran roda dan sensor satelit

Ilustrasi speedometer (wahanahonda.com)

Speedometer kendaraan bekerja secara mekanis atau elektronik dengan cara menghitung jumlah putaran roda atau transmisi dalam durasi waktu tertentu. Hasil kalkulasi putaran tersebut kemudian dikonversi menjadi satuan kilometer per jam melalui diameter roda standar bawaan pabrik. Metode ini sangat bergantung pada kondisi fisik ban dan komponen penggerak yang berputar langsung di atas permukaan aspal.

Sementara itu, sistem GPS mengukur kecepatan dengan menggunakan metode perhitungan posisi koordinat kendaraan secara real-time melalui bantuan satelit. GPS akan menghitung seberapa jauh jarak yang telah ditempuh oleh kendaraan dari satu titik koordinat ke titik koordinat berikutnya dalam satuan waktu. Karena tidak terpengaruh oleh komponen fisik kendaraan, pengukuran berbasis satelit ini sering kali dianggap mencerminkan kecepatan nyata yang lebih presisi.

2. Adanya aturan ambang batas keselamatan dari regulasi internasional

Speedometer New Scoopy 2025 (astra-honda.com)

Penyebab utama mengapa angka pada speedometer selalu disetel lebih tinggi daripada kecepatan asli adalah demi faktor keselamatan berkendara. Pabrikan otomotif secara sengaja merancang sistem indikator agar menampilkan angka yang sedikit lebih cepat dari laju kendaraan yang sebenarnya. Langkah pencegahan ini didasari oleh regulasi hukum internasional yang melarang keras speedometer menampilkan angka yang lebih rendah dari kecepatan asli.

Dengan membuat indikator cenderung lebih cepat, pengemudi secara psikologis akan menahan laju kendaraan agar tidak melewati batas kecepatan maksimal di jalan raya. Toleransi selisih ini biasanya berkisar antara dua hingga sepuluh persen tergantung dari kebijakan masing-masing produsen kendaraan. Hal ini juga berfungsi sebagai benteng perlindungan hukum bagi pabrikan agar tidak disalahkan jika pemilik kendaraan terkena tilang elektronik akibat melaju terlalu kencang.

3. Pengaruh keausan ban dan modifikasi ukuran pelek kendaraan

ilustrasi ban motor (wahanahonda.com)

Kondisi fisik ban yang dinamis juga memegang peran besar dalam menciptakan selisih angka kecepatan pada panel dasbor kendaraan. Seiring berjalannya waktu, permukaan ban yang aus atau menipis akan membuat diameter total roda menjadi sedikit lebih kecil dari ukuran standar pabrikan. Akibatnya, roda harus berputar lebih banyak untuk menempuh jarak yang sama, sehingga speedometer akan membaca kecepatan yang jauh lebih tinggi daripada aslinya.

Faktor modifikasi seperti penggantian pelek ke ukuran yang lebih besar atau penggunaan ban profil tipis juga akan langsung mengacaukan kalibrasi awal sensor. Perubahan lingkar luar roda ini membuat rasio perhitungan sensor putaran mesin tidak lagi akurat dengan kondisi nyata di lapangan. Oleh karena itu, menjaga tekanan angin ban tetap ideal dan menggunakan ukuran roda standar adalah cara terbaik untuk meminimalkan selisih pembacaan kecepatan tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article