Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Mitos Perawatan Mobil yang Masih Banyak Dipercaya hingga Sekarang

5 Mitos Perawatan Mobil yang Masih Banyak Dipercaya hingga Sekarang
ilustrasi mengganti air radiator (pexels.com/Kampus Production)
Intinya Sih
  • Banyak mitos perawatan mobil masih dipercaya, padahal teknologi otomotif modern membuat beberapa kebiasaan lama seperti jadwal ganti oli dan pemanasan mesin perlu disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan.
  • Penggunaan air keran untuk radiator dan bahan bakar beroktan tinggi tanpa menyesuaikan kebutuhan mesin dapat menurunkan efisiensi serta mempercepat kerusakan komponen kendaraan.
  • Mobil yang jarang digunakan tetap memerlukan perawatan rutin karena komponen seperti aki, ban, dan pelumas bisa menurun kualitasnya meski kendaraan tidak sering dipakai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Merawat mobil sering dianggap sebagai perkara sederhana karena banyak informasi yang beredar dari mulut ke mulut. Sayangnya, gak semua saran tersebut benar dan sesuai dengan perkembangan teknologi otomotif saat ini. Sebagian justru berubah menjadi mitos yang terus dipercaya meski sudah lama terbukti kurang tepat.

Mitos perawatan mobil biasanya muncul karena kebiasaan lama yang diwariskan antargenerasi atau pengalaman pribadi yang dianggap berlaku untuk semua kendaraan. Jika terus diikuti tanpa memahami fakta di baliknya, kebiasaan tersebut justru dapat mengurangi performa kendaraan atau membuat biaya perawatan menjadi lebih besar. Karena itu, mengenali berbagai mi

1. Oli harus diganti setiap 5.000 kilometer

ilustrasi cek oli mobil
ilustrasi cek oli mobil (pexels.com/Gustavo Fring)

Banyak pemilik mobil masih percaya bahwa oli mesin wajib diganti setiap menempuh jarak 5.000 kilometer tanpa melihat jenis oli maupun rekomendasi pabrikan. Anggapan ini memang pernah relevan pada masa ketika teknologi pelumas belum berkembang seperti sekarang. Namun, perkembangan oli modern membuat masa pakainya jauh lebih panjang tergantung spesifikasi produk dan kondisi penggunaan.

Saat ini, banyak produsen kendaraan telah memberikan interval penggantian oli yang lebih fleksibel sesuai karakter mesin dan jenis pelumas yang digunakan. Mobil yang menggunakan oli full synthetic bahkan dapat memiliki jadwal penggantian lebih lama dibanding oli mineral biasa. Karena itu, mengikuti buku panduan kendaraan jauh lebih bijak dibanding hanya berpatokan pada angka yang sudah menjadi kebiasaan lama.

2. Mesin harus dipanaskan lama sebelum digunakan

ilustrasi starter mobil
ilustrasi starter mobil (freepik.com/prostooleh)

Kebiasaan memanaskan mesin selama belasan menit sebelum berkendara masih cukup sering dilakukan oleh sebagian pemilik mobil. Alasannya karena dianggap mampu membuat oli bersirkulasi sempurna dan menjaga usia mesin tetap panjang. Padahal, anggapan tersebut berasal dari teknologi mesin generasi lama yang memiliki karakter berbeda dengan kendaraan modern.

Sebagian besar mobil masa kini sudah menggunakan sistem electronic fuel injection yang memungkinkan pelumasan berlangsung lebih cepat setelah mesin menyala. Memanaskan mesin selama sekitar satu hingga dua menit umumnya sudah cukup sebelum kendaraan mulai berjalan secara perlahan. Kebiasaan membiarkan mesin menyala terlalu lama justru membuat konsumsi bahan bakar menjadi kurang efisien tanpa memberi manfaat berarti.

3. Air keran aman untuk radiator

ilustrasi mengganti air radiator
ilustrasi mengganti air radiator (vecteezy.com/Whisnu Wardhana Suratman)

Masih banyak orang menganggap air keran biasa sudah cukup untuk mengisi radiator karena sama-sama berbentuk cairan. Padahal, air keran mengandung mineral yang dalam jangka panjang dapat meninggalkan endapan pada saluran pendingin mesin. Endapan tersebut berpotensi mengurangi kemampuan sistem pendingin dalam menjaga suhu mesin tetap stabil.

Radiator lebih ideal menggunakan coolant yang memang dirancang untuk melindungi sistem pendingin dari karat, kerak, dan perubahan suhu ekstrem. Cairan tersebut juga memiliki titik didih dan titik beku yang lebih sesuai untuk kebutuhan mesin modern. Dengan menggunakan cairan yang tepat, komponen pendingin dapat memiliki usia pakai yang lebih panjang dan bekerja secara optimal.

4. Semakin tinggi oktan, semakin baik untuk semua mobil

ilustrasi pompa bensin
ilustrasi pompa bensin (unsplash.com/Marek Studzinski)

Bahan bakar dengan angka oktan tinggi sering dianggap selalu memberikan performa terbaik bagi semua jenis mobil. Akibatnya, sebagian pemilik kendaraan memilih bahan bakar beroktan tinggi meski mesin sebenarnya gak memerlukannya. Padahal, setiap mesin dirancang dengan kebutuhan angka oktan yang berbeda sesuai rasio kompresinya.

Jika mesin memang dirancang menggunakan bahan bakar beroktan sedang, penggunaan oktan yang jauh lebih tinggi belum tentu memberikan peningkatan tenaga maupun efisiensi. Manfaat terbesar justru diperoleh ketika bahan bakar yang digunakan sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Memilih bahan bakar berdasarkan spesifikasi kendaraan menjadi langkah yang lebih tepat dibanding mengikuti anggapan umum.

5. Mobil yang jarang dipakai gak memerlukan perawatan rutin

ilustrasi mobil parkir
ilustrasi mobil parkir (pexels.com/Erik Mclean)

Sebagian orang mengira mobil yang lebih sering terparkir otomatis memiliki kondisi yang lebih baik karena jarang digunakan. Logika tersebut terdengar masuk akal, tetapi kenyataannya banyak komponen tetap mengalami penurunan kualitas meski kendaraan hanya diam di garasi. Aki, ban, oli, hingga karet-karet kendaraan tetap mengalami proses penuaan seiring waktu.

Mobil yang terlalu lama gak digunakan juga berisiko mengalami penurunan tekanan ban, pengosongan aki, hingga pelumas yang kehilangan kualitasnya. Mesin tetap perlu dinyalakan secara berkala dan kendaraan sesekali diajak berjalan agar seluruh komponen bekerja sebagaimana mestinya. Perawatan rutin tetap menjadi kebutuhan penting meski frekuensi penggunaan kendaraan tergolong rendah.

Banyak mitos perawatan mobil masih bertahan karena sudah menjadi kebiasaan yang diwariskan selama bertahun-tahun. Padahal, teknologi otomotif terus berkembang sehingga cara merawat kendaraan juga mengalami banyak penyesuaian. Dengan memahami fakta yang benar, mobil dapat tetap terawat secara optimal sekaligus terhindar dari perawatan yang kurang tepat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian

Related Articles

See More