Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Jari-jari Sering Mati Rasa Saat Naik Motor Jarak Jauh?
ilustrasi touring naik motor (pexels.com/Zaur Takhgiriev)
  • Sensasi mati rasa pada jari saat berkendara jauh disebabkan tekanan konstan pada saraf medianus akibat posisi pergelangan tangan yang salah dan cengkeraman setang terlalu kuat.
  • Paparan getaran mesin frekuensi tinggi dapat mengganggu sirkulasi darah di ujung jari, memicu penyempitan pembuluh darah, dan berisiko menyebabkan sindrom getaran tangan-lengan.
  • Pencegahan dilakukan dengan memakai sarung tangan berperedam getaran, rutin istirahat untuk peregangan, serta menyesuaikan posisi kemudi agar beban tubuh lebih seimbang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Orang yang naik motor lama kadang jari tangannya jadi kebas dan mati rasa. Itu karena tangannya pegang setang kuat sekali dan kena getar dari mesin. Saraf di tangan bisa kejepit dan darah susah jalan. Supaya tidak sakit, orang bisa pakai sarung tangan empuk, istirahat sebentar, dan ubah posisi pegang setang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Melakukan perjalanan jauh menggunakan sepeda motor sering kali memberikan kepuasan tersendiri bagi para pencinta petualangan jalanan. Namun, kenyamanan berkendara tersebut sering kali terganggu oleh munculnya sensasi kesemutan hingga mati rasa yang menyerang area jari-jari tangan.

Kondisi fisik yang tidak nyaman ini umumnya mulai terasa setelah pengendara menghabiskan waktu beberapa jam di atas jok motor. Mengabaikan gejala tersebut bukan hanya merusak momen perjalanan, tetapi juga dapat memicu gangguan kesehatan saraf yang jauh lebih serius di masa depan.

1. Tekanan konstan pada jalur saraf akibat cengkeraman setang

ilustrasi perempuan naik motor (pexels.com/Stephen Leonardi)

Penyebab utama dari munculnya sensasi kebas pada jari tangan berkaitan erat dengan posisi anatomis tubuh saat mengendalikan laju sepeda motor. Berdasarkan artikel ulasan kesehatan saraf yang dirilis oleh publikasi medis Harvard Health Publishing, aktivitas menggenggam setang kemudi dalam durasi lama memberikan tekanan mekanis yang besar pada pergelangan tangan. Tekanan konstan ini menjepit saraf medianus, yaitu jalur saraf utama yang berfungsi menyalurkan sinyal sensorik dari otak menuju area ibu jari, telunjuk, dan jari tengah.

Kondisi jepitan saraf ini diperparah oleh kebiasaan pengendara yang sering kali mencengkeram setang motor terlalu kuat akibat rasa tegang atau kelelahan otot. Ketika posisi pergelangan tangan menekuk terlalu ekstrem ke atas atau ke bawah, ruang saluran karpal di dalam pergelangan akan menyempit secara drastis. Akibatnya, aliran sinyal saraf menjadi terhambat dan memicu timbulnya sensasi mati rasa total yang membuat jari-jari tangan menjadi kaku serta kehilangan kekuatan cengkeraman.

2. Paparan getaran mesin frekuensi tinggi yang merusak sirkulasi darah

Ilustrasi setang motor (freepik)

Faktor eksternal yang tidak kalah kuat dalam memicu gangguan kenyamanan tangan ini adalah paparan getaran konstan yang berasal dari mesin dan permukaan jalan. Merujuk pada laporan kesehatan kerja yang diterbitkan oleh institusi Mayo Clinic, getaran mekanis frekuensi tinggi yang merambat melalui setang kemudi dapat mengganggu kinerja pembuluh darah mikro di ujung jari. Paparan yang terjadi secara terus-menerus ini menyebabkan pembuluh darah mengalami penyempitan sementara atau vasokontriksi.

Terganggunya pasokan darah kaya oksigen menuju jaringan otot dan ujung saraf di area tangan menjadi alasan mengapa jari-jari perlahan mulai terasa dingin dan baal. Dalam dunia kedokteran, fenomena cedera fisik akibat paparan getaran kendaraan jangka panjang ini dikenal dengan istilah sindrom getaran tangan-lengan. Jika kebiasaan berkendara jarak jauh tanpa jeda istirahat ini terus dibiarkan, kerusakan pembuluh darah dapat bersifat permanen dan menurunkan sensitivitas motorik tangan.

3. Solusi praktis pencegahan melalui modifikasi posisi dan perlengkapan

Ilustrasi setang motor (freepik/borisenkoket)

Guna mengantisipasi risiko gangguan kesehatan saraf tersebut, para pengendara motor dapat melakukan beberapa langkah pencegahan yang berfokus pada kenyamanan posisi bodi. Sebuah ulasan tips berkendara aman dari platform keselamatan jalan raya menyarankan pentingnya menggunakan sarung tangan khusus yang dilengkapi dengan bantal gel peredam getaran pada bagian telapak. Perlengkapan tambahan ini sangat efektif dalam mengurangi beban tekanan langsung dari setang kemudi serta menyerap rambatan getaran mesin.

Selain itu, pengendara juga wajib menjadwalkan waktu istirahat secara berkala setiap berkendara selama dua jam untuk melakukan gerakan peregangan ringan pada area tangan. Mengubah posisi sudut kemudi atau memasang komponen peredam getaran tambahan pada ujung setang juga dapat membantu mendistribusikan beban tubuh secara lebih merata. Melalui kombinasi kesadaran posisi tubuh yang ideal dan penggunaan perlengkapan yang tepat, perjalanan jarak jauh dapat dinikmati dengan aman tanpa gangguan mati rasa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article