Jetour T1 Meluncur di Indonesia, Bukti SUV Boxy Kian Digemari

Jakarta, IDN Times – Tren desain SUV bergaya boxy atau mengotak kembali mencuri perhatian pasar otomotif Indonesia. Setelah beberapa model dengan karakter tangguh dan berorientasi petualangan bermunculan dalam beberapa tahun terakhir, kini Jetour ikut meramaikan segmen tersebut melalui peluncuran Jetour T1.
SUV terbaru ini hadir dengan tampilan khas Urban Adventure SUV yang memadukan desain tegas dengan teknologi elektrifikasi modern.
Kehadiran Jetour T1 menjadi langkah baru pabrikan asal China tersebut dalam memperluas pilihan SUV bagi konsumen Indonesia.
Menariknya, model ini tidak hanya mengandalkan desain, tetapi juga menawarkan dua pilihan teknologi penggerak, yakni mesin konvensional (ICE) dan sistem plug-in hybrid Intelligent Dual Mode (i-DM).
1. Desain boxy kembali menjadi daya tarik utama

Popularitas SUV boxy terus meningkat seiring berubahnya preferensi konsumen yang menginginkan kendaraan dengan karakter kuat dan tampilan berbeda dari SUV perkotaan konvensional.
Jetour T1 hadir membawa bahasa desain yang mengedepankan kesan tangguh dengan siluet mengotak, overfender tegas, serta proporsi yang mengingatkan pada kendaraan petualang.
Karakter tersebut bahkan telah mendapat pengakuan internasional lewat penghargaan Red Dot Design Award 2024.
Menurut Caroline Ling, President Director PT Jetour Sales Indonesia, model ini dirancang untuk menggabungkan desain tangguh dengan teknologi dan kenyamanan modern.
“Didukung teknologi energi baru, inovasi global, serta ekosistem layanan yang kuat, kami bangga menghadirkan Jetour T1 sebagai Urban Adventure SUV yang memadukan desain tangguh, teknologi hybrid cerdas, kenyamanan premium, performa andal, dan kepraktisan untuk mendukung berbagai gaya hidup dan perjalanan konsumen Indonesia,” ujarnya beberapa waktu lalu.
2. Bukan sekadar gaya, Jetour T1 juga membawa teknologi hybrid terbaru

Di balik tampilannya yang gagah, Jetour T1 i-DM dibekali sistem Intelligent Dual Mode yang mengombinasikan mesin bensin 1.5 TGDI dengan motor listrik dalam satu sistem hybrid adaptif.
Sistem ini didukung baterai LFP berkapasitas 18,4 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 100 kilometer dalam mode listrik murni berdasarkan standar WLTC.
Jetour menyebut sistem tersebut dirancang untuk memberikan keseimbangan antara efisiensi dan performa tanpa mengubah kebiasaan berkendara pengguna.
Konsumen dapat memanfaatkan berbagai mode kerja mulai dari Pure EV, Intelligent Hybrid, hingga Direct Engine Drive sesuai kondisi perjalanan.
3. Menawarkan pilihan bagi konsumen yang belum siap sepenuhnya beralih ke EV

Salah satu strategi menarik yang dibawa Jetour T1 adalah ketersediaan dua opsi powertrain sekaligus. Selain versi i-DM, Jetour juga menghadirkan varian ICE yang tetap mempertahankan desain dan karakter Urban Adventure SUV.
Langkah ini dinilai relevan dengan kondisi pasar Indonesia yang masih berada dalam fase transisi menuju elektrifikasi. Konsumen dapat memilih teknologi yang sesuai dengan kebutuhan tanpa harus langsung beralih ke kendaraan listrik penuh.
Jetour T1 dipasarkan dengan harga Rp408 juta on the road Jakarta, sementara varian Jetour T1 i-DM dibanderol Rp558 juta on the road Jakarta. Untuk 500 konsumen pertama, Jetour memberikan harga perkenalan masing-masing Rp388 juta dan Rp538 juta.



















