Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Motor Terendam Banjir, Ini Daftar Komponen yang Harus Diganti!

ilustrasi bengkel motor (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)
ilustrasi bengkel motor (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)
Intinya sih...
  • Oli mesin dan oli transmisi harus diganti setelah motor terendam banjir
  • Filter udara, busi, dan injektor perlu diperiksa dan diganti jika terkena air atau kotoran
  • Bearing roda, kampas rem, dan sistem kelistrikan juga wajib diperiksa dan diganti jika terkontaminasi air
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ketika motor terendam banjir, kerusakan yang terjadi sering kali lebih besar dari yang terlihat. Air kotor, lumpur, dan partikel halus bisa masuk ke berbagai bagian motor dan menyebabkan masalah jangka panjang jika tidak ditangani dengan benar. Banyak pemilik motor yang hanya fokus pada pengeringan atau pembersihan luar, padahal ada sejumlah komponen vital yang wajib diperiksa dan bahkan diganti agar motor kembali aman digunakan.

Banjir bisa merusak komponen kelistrikan, pelumasan, hingga sistem pembakaran. Beberapa bagian ada yang masih bisa diselamatkan dengan pembersihan mendalam, namun sebagian lainnya akan lebih aman jika diganti saja. Mengetahui komponen mana yang paling rentan rusak dapat membantu pemilik motor menghindari kerusakan susulan dan biaya perbaikan yang lebih mahal.

1. Oli mesin dan oli transmisi

Ilustrasi mengganti oli motor (Istimewa)
Ilustrasi mengganti oli motor (Istimewa)

Komponen yang paling wajib diganti setelah motor terendam banjir adalah oli mesin. Begitu air masuk ke dalam bak oli, pelumas akan berubah menjadi warna cokelat susu dan kehilangan kemampuan melumasi. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat merusak piston, noken as, hingga bearing mesin. Menguras oli satu kali biasanya tidak cukup; teknisi biasanya menganjurkan penggantian dua hingga tiga kali sampai warna oli kembali normal.

Pada motor matik, oli transmisi atau oli gardan juga harus diganti. Bagian ini mudah terkontaminasi air melalui seal yang terendam lama. Jika dibiarkan, suara gardan akan kasar, dan komponen gear cepat aus. Mengganti keduanya lebih murah dibanding memperbaiki mesin yang terlanjur rusak parah.

2. Filter udara, busi, dan injektor

Ilustrasi filter udara (suzuki.co.id)
Ilustrasi filter udara (suzuki.co.id)

Filter udara yang terendam akan penuh lumpur dan lembap, sehingga wajib diganti karena tidak bisa lagi bekerja efektif. Jika dipaksakan, udara yang masuk ke mesin akan kotor dan menyebabkan pembakaran tidak sempurna. Busi juga harus dicek; jika terkena air atau kotoran, performanya bisa melemah dan mengganggu proses starter atau akselerasi.

Untuk motor injeksi, injektor sangat berisiko kemasukan air. Jika performa mesin menjadi pincang, brebet, atau sulit dihidupkan, injektor perlu dibersihkan menggunakan alat khusus. Dalam kasus banjir berat, injektor bahkan perlu diganti agar suplai bahan bakar kembali normal dan mesin tidak bermasalah saat RPM tinggi.

3. Bearing roda, kampas rem, dan sistem kelistrikan

Ilustrasi kampas rem motor (wahanahonda.com)
Ilustrasi kampas rem motor (wahanahonda.com)

Bearing roda adalah komponen yang sering terlupakan padahal sangat rentan. Air banjir yang penuh pasir membuat bearing cepat berkarat dan aus. Jika dibiarkan, roda bisa bergetar atau mengeluarkan bunyi. Kampas rem juga wajib diperiksa karena material geseknya dapat menggumpal atau kehilangan daya cengkeram setelah terendam air kotor. Untuk pengereman yang aman, kampas rem sebaiknya diganti saja.

Sistem kelistrikan seperti soket, kabel, dan CDI/ECU juga perlu perhatian khusus. Soket yang kemasukan air akan berpotensi korsleting. Pada kondisi tertentu, ECU bisa mati total dan harganya cukup mahal. Membersihkan dan mengeringkan bagian kelistrikan memang bisa membantu, tetapi jika air sudah masuk terlalu dalam, penggantian komponen adalah langkah paling aman.

Motor yang terendam banjir memang membutuhkan perhatian ekstra. Mengganti komponen yang sudah terkontaminasi air bukan hanya soal performa, tetapi juga soal keamanan berkendara. Dengan perawatan yang tepat, motor masih bisa kembali sehat dan digunakan dalam jangka panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

5 Risiko Membeli Mobil Tanpa Test Drive, Bukan Cuma Soal Kondisi Mesin

17 Jan 2026, 23:12 WIBAutomotive