Comscore Tracker

Rantai Motor Kok Cepat Putus? Ini 4 Penyebabnya  

Salah satunya adalah faktor cuaca

Jakarta, IDN Times - Keberadaan rantai menjadi sangat penting bagi motor bebek dan motor sport. Sebab rantai berfungsi menyalurkan putaran dari output transmisi ke roda, sehingga roda belakang bisa bergerak.

Rantai motor sewaktu-waktu bisa putus, lho. Kalau ini terjadi, pasti akan sangat menjengkelkan, apalagi jika kamu sedang di tengah perjalanan. Untuk itu, kamu perlu mengetahui apa sih penyebab rantai motor yang putus.

Berikut beberapa penyebab rantai motor putus.

1. Kotoran yang dibiarkan menempel

Rantai Motor Kok Cepat Putus? Ini 4 Penyebabnya  Ilustrasi Suasana Hujan (IDN Times/Reza Iqbal Ghifari)

Ccipratan dari genangan air yang telah bercampur dengan lumpur jika dibiarkan saja bisa menyebabkan berkurangnya grease pada rantai. Grease berfungsi untuk menjaga suhu rantai agar tetap dingin dan melumasi rantai. Tetapi karena terkena kotoran fungsinya pun jadi tidak maksimal, sehingga rantai akan panas dan mengendur saat dingin.

Baca Juga: 4 Pelumas Rantai Motor Pilihan, Melumasi Hingga Tocker

2. Faktor kebiasaan berkendara

Rantai Motor Kok Cepat Putus? Ini 4 Penyebabnya  bennetts.co.uk

Cara kamu dalam berkendara juga bisa mempengaruhi keawetan rantai, lho. Saat berada dalam keadaan macet, biasanya pengendara akan berhenti dan membetot gas secara tiba-tiba. Hentakan yang secara terus menerus terjadi dapat membuat rantai bekerja dengan sangat keras, hingga lama kelamaan akan mengendur. 

3. Setelan rantai yang kurang tepat

Rantai Motor Kok Cepat Putus? Ini 4 Penyebabnya  Pixabay

Faktor berikutnya yang bisa mempengaruhi putusnya rantai adalah setelan rantai yang kurang tepat. Jika kamu menyetel rantai terlalu kencang, maka akan membuat tingkat ketegangan terlalu tinggi, sehingga gesekan dengan gigi gir akan bertambah besar. Hal ini bisa menyebabkan rantai putus.

4. Faktor beban yang lebih berat

Rantai Motor Kok Cepat Putus? Ini 4 Penyebabnya  pakwheels.com

Jika motor menerima beban yang lebih berat, maka rantai juga akan menerima tekanan yang lebih. Ini bisa memperpendek usia rantai motor. Untuk itu jika kamu akan membawa beban yang berat, maka cek dulu usia dan kondisi fisik rantai.

Jika motor kamu sudah menempuh jarak 25.000 km, maka ada baiknya untuk membawa rantai cadangan beserta satu set kunci untuk mengganti rantai tersebut.

Baca Juga: 5 Tips Membersihkan Rantai Motor, Biar Performanya Awet 

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya